Warga Toraja Keluhkan Kebijakan Pemkab Soal Rapid Test sebagai Syarat Masuk

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Pasca diterbitkannya kebijakan pemerintah Kabupaten Tana Toraja soal persyaratan bagi orang yang hendak memasuki wilayah Kabupaten Tana Toraja di masa darurat Covid-19, sejumlah warga mulai mengeluh.

Warga mengeluhkan syarat “bebas covid-19” yang dibuktikan dengan hasil rapid test, yang dikeluarkan oleh daerah asal. Syarat ini terasa memberatkan karena rapid test tidak diperoleh secara gratis, tetapi dibayar cukup mahal. Kedua, hasil rapid test itu hanya berlaku satu minggu, seterusnya harus dirapid ulang, juga dibayar ulang.

Bacaan Lainnya

“Gaji Rp 3 juta, harga rapid test Rp361 ribu dikali empat Rp1.444.000. Ditambah cicilan kredit dan bank, minus kita tiap bulan kalau begini,” keluh Chepy, seorang pegawai swasta di Rantepao, yang berdomisili di Makale, Tana Toraja.

Baca Juga  Reaktif Rapid Test, Hasil PCR Swab 2 Warga Toraja Utara Negatif Covid-19

Chepy mengaku sudah melakukan rapid test satu kali di RSUD Lakipadada. Dia membayar biaya rapid test sebesar Rp361.000. “Kalau rapid test-nya gratis ji, mungkin tidak ada masalah. Tapi ini dibayar mahal, hanya untuk satu minggu,” sesal Chepy.

Rivaldo, kurir pengantar barang area Rantepao-Makale, juga mengeluhkan hal yang sama. Dia mengaku, dengan syarat ini, aktivitasnya menurun. Pengantaran antar kabupaten dibatasi.

“Pasti pendapatan menurun drastis Pak. Kalau pengantaran ke Makale, saya harus hitung-hitung dulu, cukup nggak untuk biaya rapid test,” keluh Rivaldo, yang sudah menjalani rapid test di sebuah Puskesmas di Rantepao.

“Itu hari gratisji (rapid test) Pak, tidak tahumi kalau sekarang. Apalagi kalau masuk wilayah Tana Toraja masa berlaku rapid-nya hanya tujuh hari. Pasti harus tiap minggu kita rapid itu,” lanjut Rivaldo.

Baca Juga  Sejumlah Paramedis di Tana Toraja Dapat Perlakuan Tak Menyenangkan dari Masyarakat

Meski sudah mengakalinya lewat jalur Madandan ke Rantetayo lalu ke Tapparan untuk mengambil pasir, Sonda, sopir truk yang tinggal di Singki’ Rantepao, juga mengeluh bahwa dirinya diminta soal hasil rapid test.

“Karena tidak punya, saya disuruh pulang, nda jadi pergi ambil pasir,” kata Sonda.

Gegara syarat rapid test ini, Selasa, 2 Juni 2020 kemarin, terjadi aksi protes ratusan warga dan sopir angkutan di Salubarani, perbatasan antara Tana Toraja dengan Enrekang.

Sejumlah pihak meminta pemerintah Kabupaten Tana Toraja meninjau ulang kebijakan ini. Karena, di tengah pandemi Corona, dimana ekonomi masyarakat merosot dan daya beli menurun, mestinya pemerintah berpikir jernih dan tidak membuat aturan yang memberatkan.

Sebelumnya, Bupati Tana Toraja, melalui Surat Edaran nomor 165/V/2020/Setda tertanggal 30 Mei 2020 mengeluarkan beberapa persyaratan bagi orang yang hendak memasuki wilayah Kabupaten Tana Toraja di masa darurat Covid-19.

Baca Juga  Kadiskes Toraja Utara: Rapid Test di Puskesmas Gratis
Antrian warga mengurus rapid test di RSUD Lakipadada.

Surat Edaran itu memuat empat poin. Isinya, sehubungan dengan kecenderungan meningkatnya penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja, maka perlu diambil sikap untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19 dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Setiap pelaku perjalanan perseorangan maupun berkelompok tidak diperkenankan masuk ke kabupaten Tana Toraja tanpa menunjukkan Surat Keterangan Sehat dan hasil rapid test yang ditandatangani oleh Dokter pemeriksa dari Provinsi /Kabupaten asal perjalanan.
  2. Pelaku perjalanan sebagaimana dimaksud pada poin 1 tanpa terkecuali baik yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja maupun yang datang ke Kabupaten Tana Toraja termasuk sopir yang membawa logistik, obat – obatan, bahan pangan, dan lain-lain.
  3. Surat keterangan sehat tersebut berlaku selama 7 hari setelah terbitnya surat keterangan.
  4. Surat edaran ini mulai berlaku sejak tanggal dikeluarkan sampai dengan dikeluarkannya pencabutan surat edaran ini. (*)

Penulis: Arthur
Foto: dok. istimewah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *