Warga Muslim Ikut Acara Pagelaran Seni Budaya dan Natal Oikumene Pemkab Tana Toraja

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Ada yang beda pada acara pagelaran seni budaya, yang dirangkaikan dengan perayaan Natal Oikumene Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, yang digelar di Pasar Seni Makale, Kamis petang, 28 Desember 2017. Dua kelompok musik Qasidah Rebana, yang menjuarai lomba Qasidah Rebana Toraya Maelo 2017, ditampilkan pada acara tersebut.

Dua kelompok musik Qasidah Rebana itu tampil menyanyi sebelum ibadah Natal dimulai. Kedua kelompok itu adalah juara lomba Qasidah Rebana Toraya Maelo 2017 kategori Majelis Taqlim, Qasidah Ukhuwah Muslimah Kampis dan juara kategori remaja, Tarbiya Kaduaja.

Bacaan Lainnya

Selain musik qasidah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Tana Toraja, Tamrin Lodo, juga juga mengucapan selamat Natal dari warga muslim kepada umat Kristen yang merayakannya.

Kebersamaan antara umat Kristen dan Muslim dalam merayakan hari-hari besar keagamaan di Toraja sebenarnya bukan hal baru. Toleransi dan saling menghargai antar sesama pemeluk agama sangat kental di daerah ini. Maklum, banyak warga Toraja yang hidup beda agama dalam satu rumah. Banyak pula hubungan keluarga dan kekerabatan yang sangat kuat sejak dahulu kala.

Ada banyak contoh keluarga maupun kelompok masyarakat yang saling membantu dan ikut dalam perayaan hari-hari besar keagamaan. Di Bittuang misalnya, umat muslim di sana juga ikut merayakan Natal bersama umat Kristiani setempat. Bahkan Ketua Panitia Pembangunan sebuah masjid di kecamatan di bagian barat Tana Toraja itu, adalah pemeluk Kristen yang taat. Pada hari-hari besar agama Kristen, GP Ansor dan pemuda masjid lainnya ikut menjaga gereja. Begitu pula sebaliknya.

Penampilan kelompok musik qasidah rebana dari Tarbiyah Kaduaja pada acara pagelaran seni budaya dan Natal Oikumene di Makale Tana Toraja.

Ketua GP Ansor Toraja Raya, Nur Sidik Achmad, mengapresiasi langkah pemerintah kabupaten Tana Toraja yang melibatkan semua unsur dan eleman masyarakat, termasuk dalam hal ini melibatkan seni budaya relegius qasida rebana dalam pagelaran seni budaya dan Natal Oikumene ini.

“Hal ini menandakan bahwa Pemda Tana Toraja sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang tidak hanya hadir dalam kehidapan bermasyarakat namun menempatkan agama sebagai payung pemersatu dalam bingkai kerukunan,” ungkap Nur Sidik.

Dia berharap ke depan nilai-nilai seni budaya di Toraja yang berbasis agama terus dipelihara dan dikembangkan. (Arsyad Parende)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *