Warga Minta Pemkab Toraja Utara Tutup Objek Wisata dan Jaga Perbatasan

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Kebijakan pemerintah kabupaten Toraja Utara yang tetap membuka objek wisata disaat Indonesia sedang dilanda wabah Virus Corona (Covid-19), mendapat reaksi keras dari masyarakat.

Sebagian besar masyarakat mengharapkan pemerintah kabupaten Toraja Utara menutup sementara objek-objek wisata yang ada di Toraja Utara untuk mengantisipasi masuknya virus Corona ke Toraja Utara, yang bisa saja dibawa oleh wisatawan.

Bacaan Lainnya

Warga juga berharap pemerintah menjaga ketat perbatasan kabupaten. Bila perlu, semua penumpang atau warga yang hendak masuk ke Toraja Utara diperiksa dan kendaraan mereka disemprot disinfektan.

Contoh reaksi warga Toraja Utara bisa dilihat pada jajak pendapat yang dilakukan redaksi karebatoraja.com pada official group facebook KAREBATORAJA sejak Rabu, 18 Maret 2020. Hingga Kamis, 19 Maret 2020 sore, dari 241 penanggap jajak pendapat itu, hamper 100 persen menyatakan pemerintah kabupaten Toraja Utara mesti menutup sementara objek-objek wisata yang ada di Toraja Utara.

Baca Juga  6 Warga Positif Corona, Wilayah RT Paku, Kelurahan Kampen, Makale, Diisolasi

“Saya yakin bahwa pihak pemilik/pengelola objek wisata tidak menginginkan hal ini terjadi (penutupan), termasuk pemerintah dan masyarakat. Akan tetapi kita harus memahami bahwa ini persoalan virus yang tidak dapat dilihat oleh mata. Penyebarannya semakin meluas dan sangat mudah menjangkit ke siapapun. Demi kepentingan bersama, saya kira Pemda harus melakukan hal ini (tutup objek wsiaata) untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Lebih baik menjaga daripada mengobati,” pinta Brikken Bonting, mantan Ketua KNPI Toraja Utara.

“Tidak usah ditanya lagi. Demi menjaga kemungkinan yangg tidak diinginkn maka Pemkab harus berani menutup situs wisata yang ada. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jangan mengejar profit dalam kondisi yang tidak memungkinkan,” tambah Surya Paembonan, warga lainnya.

Baca Juga  2 PDP Covid-19 Dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lakipadada

 

“Sangat setuju (ditutup). Perketat pengawasan jalur masuk terlebih khusus bandara dan pelabuhan, setiap penumpang karantina dulu 14 hari sampai ada status steril, terutama penumpang dari daerah yang sudah terpapar corona,” tandas Pong Juan.

Meski akan berdampak dan berpengaruh terhadap pendapatan sektor pariwisata, namun salah satu pelaku wisata, yang juga pengelola Hotel Mentirotiku di Batutumonga, Alan Tonapa, menyatakan untuk kepentingan bersama alangkah baiknya Pemkab menutup sementara objek-objek wisata yang ada.

“Untuk mengantisipasi, bisa saja ditutup dulu sementara. Tapi terus terang memang akan berpengaruh sekali kepada kami bergerak d bidang pariwisata. Meski begitu, demi kenyaman kita smua alangkah baiknya begitu (ditutup dulu),” tutur Alan.

Sebelumnya, Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, melalui Surat Edaran nomor 004.5/0367/Setda/III/2020/Setda tanggal 16 Maret 2020, perihal himbauan kepada masyarakat Toraja Utara dalam pencegahan/penanganan penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tidak menyebut secara spesifik tentang penutupan sementara objek-objek wisata.

Instruksi yang terkait dengan pariwisata dalam Surat Edaran itu hanya menegaskan ada dua aturan ketat kepada warga yang berkunjung ke Toraja Utara maupun hotel dan penginapan.

Baca Juga  Kunker Lintas Komisi, Begini Temuan Anggota DPRD Sulsel di Toraja

Pertama, seluruh fasilitas pemerintah maupun swasta, hotel/penginapan, restoran, objek wisata, pusat perbelanjaan dan perusahaan bus untuk menyediakan tempat cuci tangan (hand sanitizer) di kantor atau unit usaha masing-masing.

Kedua, seluruh masyarakat Toraja Utara, WNI atau WNA yang datang dari luar daerah untuk menghubungi Satgas Penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Toraja Utara dengan call centre 082190345817 untuk dilakukan deteksi dini. (*)

Penulis: Arthur
Foto: dok. istimewah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *