Wabup Toraja Utara Perkenalkan Pengelolaan Sampah Plastik di Arena Bursa Inovasi Desa

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, TAGARI — Pemerintah kabupaten Toraja Utara kini menyadari betapa pentingnya peran serta masyarakat dalam menangani masalah sampah.

Setidaknya itu terlihat dari cara Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, yang memberikan dukungan dan mulai memperkenalkan karya para guru dan siswa SMK Matallo, kepada peserta Bursa Inovasi Desa Region 2 di Aula SMK Kristen Tagari, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Bacaan Lainnya

Karya inovasi guru dan siswa SMK Matallo yang diperkenalkan Yosia Rinto Kadang adalah pengolahan sampah plastik menjadi paving block dan bahan bernilai ekonomi lainnya.

Baca Juga  TP PKK Toraja Utara Sosialisasikan Cara Berbusana Adat Toraja yang Benar

Didampingi guru dan beberapa siswa SMK Matallo, Yosia Rinto mempelihatkan dan menekankan kepada peserta Bursa Inovasi Desa untuk meniru cara yang dilakukan SMK Matallo untuk mengatasi masalah sampah plastic di wilayahnya masing-masing.

“Program Inovasi Desa ini hadir dalam rangka memperkuat Desa secara khusus dalam memaksimalkan penggunaan Dana Desa, agar masyarakat bisa sejahtera dan mandiri secara ekonomi dan punya daya saing secara sumber daya manusianya,” tutur Rinto.

Program yang lebih banyak menekankan inovasi-inovasi di desa itu diharapkan bisa bersinergi dengan arah kebijakan dan program pemerintah kabupaten. Oleh sebab itu, diharapkan melalui program ini mampu memunculkan solusi inovatif untuk menjawab setiap kendala dan permasalahan lembang.

Baca Juga  BERITA FOTO: Spektakuler Toraja Night Run 2016

“Salah satu inovasi yang sementara saya support dan fasilitasi adalah pembuatan paving blok dari bahan sampah plastik bersama guru dan siswa SMK Matallo,” terang Rinto.

Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, mensosialisasikan cara memanfaatkan sampah plastik menjadi paving blok kepada peserta Bursa Inovasi Desa Region 1.

Menurut Rinto, kegiatan Bursa Inovasi Desa ini sangat penting. “Maka saya tekankan wajib bagi lembang untuk mengkomitmenkan minimal satu item inovasi untuk diprogramkan di tahun 2020 dan wajib masuk APBL 2020,” pungkasnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu belakangan ini, guru dan siswa SMK Matallo Rantepao tengah gencar mengumpulkan sampah-sampah plastik, baik dari tempat sampah maupun dari rumah tangga untuk diolah menjadi paving blok. Karya inovasi ini sudah diakui dan memperlihatkan hasil yang cukup menggembirakan. (*)

Baca Juga  Aparat Kecamatan Sopai Dites Urine Mendadak, Ini Hasilnya

Penulis: Desianti
Foto: Papa Rey

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *