Wabup Tana Toraja dan Enrekang Bertemu Bahas Persoalan Lalu Lintas Warga Antar Kabupaten

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, SALUBARANI — Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara dan Wakil Bupati Enrekang, Asman, bertemu di pintu gerbang perbatasan kedua kabupaten, Salubarani, Selasa, 2 Juni 2020. Keduanya membahas persoalan lalu lintas warga kedua kabupaten.

Hadir mendampingi Wakil Bupati Tana Toraja, diantaranya Kapolres Tana Toraja, AKBP Gregorius Liliek Tribhawono, Dandim 1414 Tana Toraja, Letkol Czi. Zaenal Arifin, dan Kajari Tana Toraja, Jefri Makapedua. Sedangkan dari Enrekang hadir Kapolres dan Dandim Enrekang, serta beberapa OPD terkait.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Pernah Kontak dengan Pasien Positif Corona, 13 Warga Toraja Utara Jalani Rapid Test

Para petinggi kedua kabupaten tetangga ini bertemu untuk membahas insiden aksi protes warga dan para pedagang sayur dari Enrekang yang terjadi di gerbang perbatasan Salubarani, akibat kebijakan pembatasan warga masuk ke Tana Toraja.

Wakil Bupati Enrekang, Asman, mengajak semua pihak untuk arif dan bijaksana melihat kebijakan ini. Karena muaranya adalah bagaimana warga di kedua kabupaten terbebas dari Covid-19.

“Karena tidak ada yang menginginkan adanya pembatasan seperti ini. Tapi kondisi yang mengharuskan kita untuk sama-sama memerangi Covid-19 ini,” ujar Asman.

Asman juga menyatakan bahwa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di wilayahnya akan mempersiapkan surat jalan (keterangan sehat dan hasil rapid test) kepada warga Enrekang yang akan melakukan perjalanan atau berdagang ke Tana Toraja serta Toraja Utara.

Baca Juga  Keluarga Pasien Positif Corona di Toraja Utara Jalani Rapid Test, Begini Hasilnya

“Setiap warga Enrekang yang akan melakukan perjalanan akan disiapkan surat jalan, supaya kejadian seperti tadi tidak terjadi lagi,” kata Asman.

Sementara Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, menegaskan bahwa bagi pedagang yang hanya melintas atau memasok sayur mayor serta komoditas lainnya, tidak perlu rapid test tapi wajib mengenakan masker. Sedangkan bagi pedagang yang akan tinggal berjualan di wilayah Tana Toraja wajib melengkapi diri dengan surat keterangan sehat serta hasil rapid test dari daerah asal.

“Hasil pembicaraan hari ini akan kami laporkan kepada Bapak Bupati untuk dibuatkan keputusan resmi,” kata Victor.

Sebelumnya diberitakan ratusan warga dan pengemudi mobil angkutan barang melakukan aksi protes di pintu gerbang perbatasan Kabupaten Tana Toraja dengan Enrekang, Salubarani.

Baca Juga  Sejumlah Paramedis di Tana Toraja Dapat Perlakuan Tak Menyenangkan dari Masyarakat

Rianto, warga Salubarani yang dihubungi karebatoraja.com, mengatakan warga yang hendak melintas ke Tana Toraja untuk membawa dagangan sayur mayur dan komoditas lainnya, tidak diperkenankan oleh petugas, karena tidak dapat memperlihatkan surat keterangan sehat dan hasil rapid test dari daerah asal.

Buntut dari aksi protes tersebut, warga dari kabupaten Enrekang sempat melakukan pemalangan terhadap kendaraan yang melintas dari Tana Toraja menuju ke Makassar.

Ratusan aparat kepolisian dari Polres Tana Toraja dan TNI tiba di Salubarani dan menenangkan situasi. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Foto: dok. Marthen Saranga’

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *