Viral! Warga Makale Utara Dilarang Tangkap Ikan di Sungai Sa’dan

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE UTARA — Media sosial Toraja kembali dihebohkan dengan beredarnya potongan video pelarangan penangkapan ikan di Sungai Sa’dan, yang diduga dilakukan oleh dua orang pegawai Pemkab Tana Toraja.

Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan beberapa orang warga Kia’tang Kelurahan Lion Tondok Iring, Kecamatan Makale Utara, sedang asik menangkap ikan di sungai Sa’dan, Kamis, 5 September 2019.

Bacaan Lainnya

Saat sedang asik menangkap ikan di sungai Sa’dan yang debit airnya semakin menipis akibat kemarau, tiba-tiba warga didatangi dua orang yang diduga pegawai pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan melarang warga untuk menangkap ikan.

Baca Juga  Kementerian Lingkungan Hidup Gelar Kampanye dan Aksi Hijau di Toraja Utara

Pongki Artha, salah seorang warga Makale yang kebetulan berada di lokasi yang juga pengunggah video menceritakan kronologi kejadian bermula saat sejumlah warga sedang asik menangkap ikan dan sebagian asik menonton tiba-tiba didatangi dua orang pegawai yang katanya dari Dinas Perikanan melarang warga menangkap ikan.

“Tadi itu kan banyak orang tangkap ikan di sungai, banyak juga orang menonton, tiba-tiba saja dua orang datang marah-marah. Na saya pas ada di sungai juga lagi ambil gambar akhirnya saya menepi karena itu ibu nyerocos terus. Saya sebenarnya mau tanya, apa iya ada larangan ambil ikan dengan cara menjala? eh dia langsung tepis hp ku hampir jatuh dan langsung pergi,” cerita Pongki Artha.

Baca Juga  KNPI Ingatkan Pemerintah Toraja Utara Antisipasi Kemacetan di Objek Wisata

Pasca dilarang dua orang yang diduga pegawai Pemda Tana Toraja, warga langsung membubarkan diri.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Toraja, Rante Limbong, yang dikonfirmasi membenarkan jika dua pegawai yang mendatangi warga adalah pegawai dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tana Toraja.

Namun kedua pegawai tersebut, kata Rante Limbong, bukan untuk datang melarang warga menangkap ikan melainkan meminta warga agar yang ditangkap adalah ikan berukuran besar sehingga ikan yang berukuran kecil dilepas demi kelestarian ikan.

Rante Limbong mengatakan bahwa masyarakat bukan dilarang, justru ikan di tebar pemerintah ke sungai-sungai untuk ditangkap dan dikonsumsi warga tapi harus memperhatikan kelestarian dengan membiarkan ikan berukuran kecil tetap hidup.

Baca Juga  Praya X PPGT Targetkan 20 Ribu Peserta

“ Tujuannya tadi bukan melarang warga menangkap ikan tapi meminta warga agar tidak menangkap ikan yang berukuran kecil, mungkin cara pegawai saya yang menyampaikan yang keliru,” ungkap Rante Limbong.

Rante Limbong mengatakan menangkap ikan dengan menggunakan pukat atau jala akan sangat besar peluang ikan kecil ikut masuk sehingga warga diingatkan agar dalam menangkap ikan di sungai cukup ikan besar layak konsumsi saja yang ditangkap, ikan yang kecil dibiarkan hidup dan berkembang biak. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Foto: dok. Pongki Artha

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *