VIDEO: Pernyataan Nurdin Abdullah Menanggapi Hasil Quick Count Pilgub Sulsel

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKASSAR — Calon Gubernur Sulsel nomor urut 3, Nurdin Abdullah, menghimbau para pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan euforia berlebihan menanggapi hasil hitung cepat (quick count) Pilgub Sulsel yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey.

Hal ini disampaikan Nurdin Abdullah di hadapan ribuan pendukungnya di Rumah Perjuangan, Jalan Haji Bau Makassar, Rabu sore, 27 Juni 2018.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil quick count dua lembaga survey, Indobarometer dan SMRC, yang ditayangkan secara live di stasiun televisi swasta, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman unggul atas tiga pasangan calon lainnya.

Baca Juga  Antisipasi Bencana, BPBD Bentuk Tim Reaksi Cepat

Hasil hitung cepat Indobarometer, pasangan Nurdin Halid-Abdul Azis Qahar Mudzakar 26,89%, pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo 9,15%, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman 43,54%, dan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakar 20,42%. Total suara masuk 85%.

Sedangkan lembaga survey SMRC merilis, pasangan Nurdin Halid-Abdul Azis Qahar Mudzakar 28,24%, pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo 9,68%, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman 43,52%, dan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakar 20,33%. Total suara masuk 94,70%.

Kepada para pendukungnya, Nurdin Abdullah menghimbau untuk menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum. “Kita berharap mudah-mudahan penetapan KPU tidak jauh meleset dari hasil quick count ini,” katanya.

Kepada para pendukungnya, mantan bupati Bantaeng yang lebih dikenal dengan sapaan Prof Andalan ini, menghimbau kepada para pendukungnya untuk tidak merayakan kemenangan secara berlebihan.

Baca Juga  Mahasiswa UKI Toraja Kampanyekan “Stop Bullyng” kepada Siswa SMP

“Ini kemenangan rakyat. Tidak perlu perayaan besar-besaran atau pawai. Kita pulang saja ke rumah masing-masing dan sujud syukur,” ujarnya, didampingi calon wakil gubernur Andi Sudirman.

Video ini dikirim oleh relawan Prof Andalan asal Tana Toraja, Yos Parantean, yang saat ini berada di Rumah Perjuangan Prof Andalan di Makassar. (Arthur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *