VIDEO: Monumen Salib di Buntu Singki’ Dikepung Semak dan Aksi Vandalisme

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Tak terurus. Itulah kesan yang ditampilkan di Monumen Salib di Buntu (bukit) Singki’, Rantepao, Toraja Utara. Di sekeliling monumen nampak semak belukar dan rumput yang sudah tinggi. Tembok dan tiang bangunan di bawah salib penuh coretan yang merupakan aksi vandalisme oknum pengunjung yang tak bisa menahan tangan nakalnya.

Dari sebuah video berdurasi 1 menit 45 detik yang diunggah oleh akun Facebook Jaka, Minggu, 6 Januari 2019, meperlihatkan kondisi di kawasan Wisata Patung Salib Buntu Singki, yang tidak terurus.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  FPPT Gelar Diskusi Mencari Wakil Rakyat, Hadirkan Mantan Bupati Tana Toraja dan Rektor UKI Toraja

Terlihat sampah berserakan dimana-dimana dan dinding-dinding tembok penuh coretan vandalisme serta rumput yang tidak pernah dibersihkan.

Kepada karebatoraja.com, Jaka menyampaikan kekecewaannya setelah berkunjung ke Monumen Patung Salib di Buntu Singki.

“Ke atas bayar tapi dari perjalanan sampai di atas kecewa, objek wisata yang dekat dengan kota tidak dirawat apalagi makan dana banyak, harusnya di bersihkanlah apalagi ini masa liburan pasti pengunjung yang datang disana kecewa,” sesal Jaka.

Dia mengatakan, tiket masuk untuk mahasiswa dan pelajar sebesar Rp5.000 dan Rp15.000 untuk umum dinilai tidak setara dengan apa yang didapatkan.

Jaka mengaku meski disiapkan tempat sampah namun tidak ada petugas yang berjaga sehingga kondisi Monumen Salib Buntu Singki sangat kumuh. Rumput dan semak tumbuh subur dan beberapa bagian bangunan sudah rusak.

Baca Juga  Kalatiku Persembahkan 5 Kali WTP untuk “Negeri di Atas Awan” Toraja Utara

“Toilet sama sekali tidak berfungsi dan sudah ditumbuhi rumput, sampah bertebaran dimana-mana, dan ada banyak coretan di dinding tembok,” urai Jaka.

Jaka menyebut, pengaman tangga di jalur mendaki ada beberapa yang rusak dan keropos sehingga sangat membahayakan pengunjung bila disandari bisa saja jatuh.

Pengalaman yang sama juga diungkapkan Serliana, yang berkunjung ke Buntu Singki’ pada Senin, 31 Desember 2018 yang lalu. “Tak terurus. Rumputnya sudah tinggi-tinggi. Terus, banyak sekali coretan di dinding,” ungkap Seliana.

Perantau Toraja di Jayapura ini cukup menyesalkan kondisi yang ada pada saat ini. “Harusnya objek wisata itu bersih dan terawat sehingga banyak orang berkunjung,” katanya. (Naskah: Arsyad Parende/video: Jaka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *