To’Kumila; Upaya Menggaet Wisatawan Melalui Pasar Masa Lampau

  • Whatsapp

Laporan: Herson Pasuang

Dibuat dengan nama Pasar Wisata To’Kumila. Letaknya di sebuah hutan bambu di Lembang (Desa) Wisata Suloara, Kecamatan Sesean Suloara, Kabupaten Toraja Utara. Ini adalah sebuah upaya pengelola Desa Wisata Sesean Suloara dan pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk menggaet wisatawan melalui suasana pasar masa lampau.

Suasana di Pasar Wisata To’Kumila para pengujung serasa memasuki sebuah perkampungan yang masih asli dengan deretan hutan bambu yang tersusun rapi dan terlihat asri dengan udara yang sejuk serta dingin. Pada pagi hari, pengunjung bisa merasakan situasi berada di sebuah hutan bambu yang diselimuti kabut dan dingin yang menusuk pori-pori. Suasana ini memberikan sensasi sejuk dan segar.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Pemuda Toraja Ini Akan Berlari dari Makassar ke Toraja untuk Bantu Bangun Masjid dan Gereja

Saat memasuki area pasar wisata yang digelar di sekitar hutan bambu To’Kumila suasana terasa  berbeda, seolah memasuki sebuah dimensi masa lampau dimana kita akan menemukan deretan orang berjualan dengan hasil-hasil bumi lokal yang dipanen dari warga sekitar, serta benda-benda seni kerajinan khas Toraja, baik itu dari bambu maupun dari kayu dan ukiran-ukiran Toraja, kuliner khas Toraja yang diolah secara tradisional.

BERITA TERKAIT: Konjen Australia Kagumi Tongkonan yang Masih Ditempati Pemiliknya

Lebih unik lagi saat berbelanja kita tidak menggunakan mata uang rupiah tapi menggunakan alat tukar dengan koin yang terbuat dari bambu yang bertuliskan nilainya. Jadi jika ingin berbelanja maka uang yang kita miliki harus ditukar dahulu dengan koin yang di pos penukaran uang.

Baca Juga  Puting Beliung Terjang Gandasil, Pengendara Motor Jatuh Tertimpa Pohon

Pasar Wisata Hutan Bambu To’Kumila, yang sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata baru di Toraja Utara ini resmi dilaunching pada Jumat, 21 Juni 2019 oleh Konjen Australia, Richard Matthews.

VIDEO: Pasar Wisata Hutan Bambu To’Kumila, Sesean Suloara

Kepala Dinas Pariwisata Toraja Utara, Harly Patriatno, mengatakan destinasi wisata To’Kumila ini sangat specifik dan unik dan ini bisa menunjang peningkatan pariwisata di Toraja Utara.

“Kita punya adat dan budaya yang unik dan spesifik dan di sini kita kembangkan destinasi yang unik pula. Ada banyak keunikan di sini, seperti berbelanja bukan dengan uang tapi koin dari bambu yang unik juga adalah setiap pengunjung yang datang di malam hari kita suguhi dengan tarian Toraja,” jelas Harly.

Baca Juga  Anak Sipil UKI Toraja Bersih-bersih Kota Rantepao

Sementara Ketua Pengelola Desa wisata Sesean Suloara, Yosep Pali Limbongan, menyebut destinasi ini merupakan inovasi baru yang akan dikembangkan di Sesean Suloara.

BERITA TERKAIT: Hutan Bambu To’kumila di Sesean Suloara Ini Dijadikan Objek Wisata

“Kita ingin mengembangkan Sesean Suloara sebagai destinasi wisata yang unik. Pasar wisata hutan bambu ini merupakan salah satu dari sekian tempat wisata sebagai penunjang yang lain karena di Sesean Suloara ada beberapa tempat wisata yang sudah dikenal,” terang Yosep.

Renny, salah satu pengunjung pasar wista yang dijumpai, juga berharap agar pasar wisata ini bisa dilestarikan dengan baik dan terus dikembangkan bukan hanya di Sesean Suloara tapi juga di lembang lain dengan ciri khas masing-masing. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *