Tinjau Pelaksanaan Ibadah di Tengah Pandemi, Ini yang Dilakukan Kakan Kemenag Toraja Utara

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Untuk pertama kalinya selama masa pandemi Covid-19, ibadah bersama di Gereja Toraja Jemaat Rantepao dibuka, Minggu, 21 Juni 2020.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Toraja Utara, P.L Gasong melakukan peninjauan sekaligus memberikan arahan dan beberapa poin penting dalam menjalankan ibadah di rumah ibadah.

Bacaan Lainnya

Pembukaan kembali ibadah bersama ini salah satunya mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor SE 15 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di masa Pandemi.

Baca Juga  Adaptasi Produk Kopi Toraja Hadapi Era “New Normal”

Sebelum ibadah dimulai, Kakan Kemenag Toraja Utara, P.L Gasong berkesempatan untuk memberikan poin penting yang dijadikan acuan terkait dengan pelaksanaan ibadah di rumah ibadah.

Berikut arahannya, bagi pengurus dan majelis gereja dihimbau:

  1. Menyiapkan petugas untuk mengawasi protokol kesehatan di area rumah ibadah
  2. Melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area rumah ibadah
  3. Membatasi pintu keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokoler kesehatan
  4. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi semua pengguna rumah ibadah.
  5. Melakukan pengaturan jumlah jemaat pengguna rumah ibadah yang berkumpul di waktu bersamaan
  6. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan ibadah
  7. Memberlakukan protokoler kesehatan secara khusus bagi jemaat tamu yang datang dari luar lingkungan rumah ibadah.
Baca Juga  Bahas Penerapan New Normal, Polres Toraja Utara Gelar Rapat di Luar Ruangan

Selain kepada pengurus atau majelis gereja, dia juga menghibau kepada anggota jemaat:

  1. Jemaat dalam kondisi sehat
  2. Meyakini bahwa rumah ibadah telah memiliki surat aman Covid dari pihak yang berwenang
  3. Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah
  4. Menjaga kebersihan tangan dengan cara sering mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer
  5. Menghindari kontak fisik
  6. Mengindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul selain untuk kepentingan ibadah yang wajib
  7. Melarang beribadah di rumah ibadah bagi anak-anak dan usia lanjut yang rentan tertular penyakit serta orang dengan sakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap covid-19
  8. Ikut peduli terhadap pelaksanaan penerapan protokoler kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan gedung Gereja.
Baca Juga  OPINI: Menyambut Era New Normal di Toraja

Selain difungsikan untuk beribadah, gedung gereja juga biasa digunakan untuk kegiatan lain, seperti pemberkatan nikah dan kegiatan pembinaan keagamaan. Untuk kegiatan-kegiatan seperti ini, prosedurnya:

  1. Memastikan semua peserta yang hadir dalam keadaan sehat dan negatif covid 19
  2. Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20% dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang dalam pertemuan tersebut
  3. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

“Diharapkan kerjasama yang baik dari kita semua, pemerintah senantiasa menghimbau dan warga jemaat senantiasa menaati dan mematuhinya agar selalu sehat dan aman dari covid-19. Sekian, salam sehat, Tuhan memberkati kita,” pungkas P.L Gasong. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Foto: dok. Kemenag Toraja Utara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *