Tiga Anggota Gereja Toraja Jemaat Labuang Baji Makassar Positif Covid-19

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKASSAR — Tiga anggota gereja Toraja Jemaat Labuang Baji Makassar dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil PCR Swab. Ketiganya merupakan keluarga dari Almarhum Pdt Drs (Em). Daud P. Sumbung, yang meninggal dunia pada 18 April 2020.

Diketahui, Almarhum Pdt (Em). Daud P. Sumbung meninggal dunia pada 18 April 2020 di RS Labuang Baji Makassar. RS Labuang Baji merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Karena berdasarkan riwayat perawatan sebelumnya, yakni RS Silloam dan RS Dadi, Almarhum dirawat sebagai pasien non Covid-19, maka jenazahnya dipindahkan ke RS Pelamonia (pada bagian non Covid-19) untuk diurus hingga dimakamkan.

Bacaan Lainnya

“Karena Almarhum adalah pasien non Covid-19 maka proses pemakaman tidak berdasarkan Protocol Covid-19. Dimakamkan biasa,” terang Sekretaris PMG Jemaat Labuang Baji, Predy PL, Kamis, 30 April 2020.

Baca Juga  Warga Gereja Toraja Deklarasikan Gerakan “Toraya Maserrong”

Dijelaskan Predy, yang akrab disapa Eed, keluarga, anggota jemaat, dan anggota PPGT Jemaat Labuang Baji sebelumnya tidak mengira bahwa Almarhum positif Covid-19.

“Nanti dua hari setelah pemakaman, kita kaget dapat kabar bahwa Pak Pendeta (Almarhum) positif Covid-19. Berdasarkan itu, Ibu Pendeta dan beberapa orang di rumah Pak Pendeta melakukan tes Swab. Hasilnya, dari 14 yang dites, tiga positif Covid-19,” terang Eed.

“Tiga orang yang positif ini sudah dikarantina di Hotel Swiss Bel,” kata Eed lebih lanjut.

Eed menguraikan, pasca kabar bahwa Almarhum Pdt (Em) Daud Sumbung positif Covid-19, orang-orang yang merasa pernah kontak dengan Almarhum secara kooperatif melakukan Rapid Test.

“Jadi tidak benar informasi yang beredar di luar bahwa kami tidak kooperatif, melawan, dijemput paksa, dan sebagainya. Kami sangat kooperatif, karena kami semua dengan kesadaran sendiri melakukan rapid test,” terang Eed.

Baca Juga  Tiga Buku Tentang Toraja Ini Akan “Dibedah” di Praya X PPGT

Diuraikan, yang menjalani tes swab pertama adalah keluarga Almarhum yang berjumlah 14 orang. Dari 14 orang ini, tiga orang dinyatakan positif Covid-19 dan 11 lainnya negatif.

Gelombang kedua, adalah 6 orang pengurus dan anggota PPGT yang memandikan dan mengusung peti jenazah. Ke-6 orang ini mendaftarkan diri di PKM Mamajang untuk melakukan rapid tes. Hasilnya, semua non reaktif/negatif.

Lalu, gelombang ketiga sebanyak 21 orang anggota jemaat mendaftarkan diri di PKM Mamajang untuk melakukan rapid tes. Dari jumlah itu, 15 orang non reaktif/negatif dan 6 orang reaktif/positif rapid test.

“Keenam orang ini sementara melakukan isolasi mandiri di rumah menunggu jadwal tes PCR Swab,” terang Eed.

Berikutnya, gelombang keempat sebanyak 13 orang anggota jemaat mendaftarkan diri di PKM Makkasau untuk melakukan rapid tes. Hasilnya 12 orang non reaktif/negatif dan 1 orang reaktif/positif rapid test.

Baca Juga  3-10 Maret Dirawat di Makale, 10 April Pasien Asal Enrekang Diumumkan Positif Covid-19

“Jadi, dari hasil pemeriksaan ini, sebanyak 6 orang warga jemaat yang reaktif rapid test melakukan isolasi mandiri di rumah sambil menunggu jadwal tes Swab dan satu orang lainnya isolasi mandiri di di kantor Gereja Jemaat Labuang Baji,” urai Eed.

Dia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan group WA, yang menyebut bahwa ratusan anggota Jemaat Labuang Baji positif Covid-19, itu sama sekali tidak benar.

Selain itu, dia juga membantah bahwa anggota jemaat tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan, sehingga harus dijemput paksa. “Tidak, kami kooperatif dan sangat mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai Covid-19. Kemarin, Rabu, 29 April 2020, mereka yang reaktif/positif rapid test juga sudah dipindah isolasi di Hotel Swiss Bel,” pungkas Eed. (*)

Penulis: Arthur
Foto: dok. istimewah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *