Ternyata Ada Warga yang Protes Tanahnya Digusur untuk Pelebaran Jalan ke Buntu Burake

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Menanggapi pemberitaan karebatoraja.com, Rabu, 16 Agustus 2017, berjudul: Anggota DPRD dan Warga Relakan Tanahnya untuk Pelebaran Jalan ke Objek Wisata Buntu Burake, seorang warga bernama Mozes Haryanto, menegaskan tidak semua warga Jalan Buisun, memberikan tanahnya dengan sukarela.

Dia menyatakan, pemerintah kabupaten Tana Toraja harus terlebih dahulu melakukan sosialisasi, sekaligus membicarakan masalah ganti rugi dengan warga yang tanah atau pagar rumahnya digusur.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Satu Unit Tongkonan di Balusu, Toraja Utara, Ludes Terbakar

“Harus ada skema ganti rugi ke warga, jangan asal gusur saja,” tegas Mozes.

Menurutnya, pengadaan lahan untuk pelebaran jalan harus ada dalam rencana tata ruang dan disosialisasikan kepada warga. “Harus ada proses pemindahan hak atas tanah, juga sertifikat, setelah itu baru ganti rugi,” katanya.

Mozes mengatakan, untuk membangun jalan tol, pemerintah mengurus ganti rugi kepada warga, apalagi jalan daerah. “Harus ada ganti rugi yang layak,” tandas Mozes, yang mengaku pagar rumahnya sudah digusur pemerintah untuk kepentingan proyek pelebaran jalan menuju ke objek wisata Buntu Burake.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah kabupaten Tana Toraja saat ini sedang membangun/meningkatkan jalan poros menuju ke objek wisata Buntu Burake via Jalan Buisun. Untuk kepentingan peningkatan jalan ini, pemerintah menggusur tanah warga di kiri maupun kanan jalan; satu hingga dua meter. Akibat dari penggusuran ini, selain tanah, sejumlah pagar pengaman rumah milik warga, juga ikut rusak. (Arthur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *