Terkesan Tak Terurus, IGI Toraja Utara Benahi Objek Wisata Salib Singki’

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Sejak beberapa waktu terakhir, kondisi objek wisata Salib Singki’, yang terletak di Kelurahan Laang Tanduk, Kecamatan Rantepao, seperti tak terurus. Kotor, kusam, dan banyak ditumbuhi semak belukar.

Kondisi ini, ditambah lagi dengan ancaman virus Corona, membuat objek wisata, yang menjadi ikon Kota Rantepao ini, sepi pengunjung. Persoalan siapa yang paling berhak mengelola objek wisata itu, turut menambah rumit masalah.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi objek wisata yang terkesan tak terurus ini, puluhan guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI) Toraja Utara tergerak untuk melakukan bakti sosial membenahi objek itu.

Kamis, 3 September 2020, puluhan guru, yang merupakan gabungan guru PNS maupun non PNS melakukan bakti sosial dengan membersihkan jalan masuk ke objek wisata, hingga ke lingkungan di sekitar salib di bukit Singki’.

Mereka menyapu, membabat rumput, mengecat jalan dan pot bunga, menambah pot bunga dari ban bekas, serta menanam pohon di sepanjang rute pendakian ke Buntu Singki’.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Toraja Utara, Zeth Patanduk, mengatakan bakti sosial ini merupakan pelaksanaan dari program kerja IGI Toraja Utara yang baru terbentuk pada 4 Agustus 2020 itu.

Zeth menyebut, sebelumnya pengurus IGI Toraja Utara menyurvei beberapa lokasi yang bisa dijadikan sasaran bakti sosial. “Dan kita pilih objek wisata religi Salib Singki’ karena berdasarkan pengamatan kami sudah tidak terurus dan perlu dibenahi,” ujar Zeth.

Zeth berharap bakti sosial yang dilakukan oleh IGI Toraja Utara bisa memberi stimulan untuk semua stakeholder terkait, sehingga objek wisata yang menjadi ikon Kota Rantepao itu bisa terurus dengan baik.

“Sayang sekali. Kita ini daerah wisata tapi ada objek yang seperti dibiarkan terbengkelai. Sangat memprihatinkan. Semoga aksi sosial yang kami lakukan bisa menstimulus semua stakeholder terkait,” katanya.

Ikatan Guru Indonesia adalah salah satu organisasi profesi guru, yang anggota terdiri dari guru PNS maupun non PNS (honorer, kontrak, sukarela). Di pusat, organisasi yang memiliki motto: bertumbuh dan berkembang bersama, itu didirikan sejak tahun 2015.

“Kehadiran IGI akan mendukung pemerintah memajukan Toraja Utara, terutama di bidang pendidikan. Kami ingin memberikan konribusi yang nyata untuk kemajuan daerah,” kata Zeth Patanduk. (*)

Penulis: Arthur
Foto: Pengurus dan anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI) Toraja Utara melakukan bakti sosial di objek wisata Salib Singki’, Kamis, 3 September 2020.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *