Terjaring Operasi, Pemilik Kendaraan Diminta Copot Knalpot Racing

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Setelah beberapa bulan melakukan sosialisasi kepada para pemilik bengkel dan toko penjual knalpot, Satuan Lalulintas Polres Tana Toraja kini mulai melakukan tindakan di lapangan.

Seperti yang terlihat pada operasi rutin polisi di jalan poros Palopo, Tagari, Kecamatan Tallunglipu, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Bacaan Lainnya

Selain memeriksa surat-surat dan kelengkapan kendaraan bermotor lainnya, polisi juga menyasar pengguna sepeda motor atau mobil yang menggunakan knalpot tidak standar atau yang biasa dikenal dengan knalpot racing.

Baca Juga  Putra Toraja Ini Mau Maju di Pilwalkot Palopo, Apa Visinya?

Beberapa pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot racing pun terjaring. Polisi kemudian menyuruh pemilik sepeda motor untuk mencopot knalpot racing dan menggantinya dengan knalpot standar.

“Kita menghimbau dulu agar pemilik kendaraan mengganti knalpotnya dengan yang standar demi menjaga ketertiban sehingga masyarakat tidak merasa terganggu,” jelas Kepala Satuan Lalulintas Polres Tana Toraja, AKP Andi Tenri Abeng, saat dikonfirmasi Sabtu, 3 Agustus 2019 sore.

BERITA TERKAIT: Tertibkan Knalpot Racing di Toraja, Polisi Sisir Bengkel dan Toko Knalpot

AKP Tanri Abeng, mengatakan polisi belum melakukan operasi khusus mengenai knalpot racing. Namun, dalam operasi-operasi rutin, jika ditemukan knalpot racing, polisi akan menyuruh pemiliknya untuk dicopot.

Baca Juga  Wakil Gubernur Sebut Warga Toraja Berperan Besar dalam Pembangunan Kalimantan Utara

“Memang masih tahap sosialisasi sekarang ini, belum penindakan. Termasuk para pemilik bengkel dan toko knalpot terus kita sosialisasikan agar tidak menjual knalpot yang tidak standar,” terang AKP Tenri Abeng.

Dia mengatakan penggunakan knalpot racing, selain mengganggu ketertiban masyarakat, juga berpotensi terjadinya kecelakaan lalulintas serta gesekan sosial di masyarakat.

Disebutkan pula bahwa polisi akan melakukan operasi penertiban (penindakan) knalpot racing, jika masa sosialisasi sudah dianggap cukup. (*)

Penulis: Arthur
Foto: dok. Satlantas Polres Tana Toraja

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *