Tana Toraja “Dikepung” Longsor dan Banjir

  • Whatsapp

Di tengah upaya pemerintah mengantisipasi dan menanggulangi dampak physical distancing akibat pandemic Covid-19, bencana alam juga menimpa dan menghantui masyarakat.

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Sepekan terakhir, sejumlah wilayan di Kabupaten Tana Toraja dilanda bencana alam tanah longsor. Puncaknya, pada Sabtu, 4 April 2020 malam. Longsor dan banjir seolah mengepung wilayah Tana Toraja.

Hujan lebat yang turun terus-menerus membuat permukiman penduduk dan sejumlah ruas jalan di Kota Makale terendam banjir. Tinggi genangan air bahkan mencapai satu meter lebih di beberapa tempat.

Banjir yang melanda Kota Makale pada Sabtu, 4 April 2020 malam, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja diakibatkan karena meluapnya Sungai Surame dan Sungai Aka.

Akibat banjir tersebut, banyak warga yang bermukim di sekitar Pasar Makale, Jalan Sitarda, Jalan Tandung, dan sepanjang bantaran sungai yang mengalami kerugian akibat harta benda mereka yang terendam banjir.

Tidak hanya banjir, sejumlah wilayah di Tana Toraja juga dilanda bencana alam tanah longsor pada Sabtu malam.

Di Lembang Randanbatu, Kecamatan Makale Selatan, satu keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak, meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor. Jalan poros Bera-Pangra’ta, juga putus total akibat longsor itu.

Longsor juga terjadi di Lembang Buri’ Kecamatan Rembon. Satu rumah warga yang dalam kondisi kosong karena penghuninya mengungsi, rusak parah tertimbun longsor.

Di Kampung Buttu Tanga, Lembang Buri ini, memang sejak lama ada tanah retak dan amblas. Sebelumnya, pemerintah Kabupaten Tana Toraja sudah mengungsikan puluhan kepala keluarga ke tempat yang lebih aman.

Longsor juga terjadi di jalan poros Makale-Rantepao, tepatnya di Pa’besenan, Lembang Tadongkon, Toraja Utara. Material longsor yang terdiri dari tanah dan batang pohon menghalangi dan sempat menyebabkan kemacetan lalulintas beberapa jam.

Tanah longsor juga terjadi di jalan nasional poros Makale – Mamasa, tepatnya di Lembang Buntu Limbong, Kecamatan Bittuang, Sabtu petang. Beberapa hari sebelumnya, jalan poros ini memang tidak bisa dilalui akibat tanah longsor di beberapa titik.

Tanah longsor juga menimbun dan merusak sebuah rumah milik Herman Dudung di Lingkungan Limbong, Kelurahan Buntu Burake, Kecamatan Makale.

Di Kelurahan Rante, Kecamatan Makale, juga terjadi longsor pada Sabtu menjelang malam. Demikian pula dengan dekat Jembatan Batupapan, jalan poros Makale-Rembon.

Longsor juga terjadi di Baturondon, Lembang Gasing (Alla’), kecamatan Mengkendek, yang menyebkan satu unit rumah milik warga rusak.

Jalan poros Makale-Buakayu, Bonggakaradeng juga tertutup akibat longsor yang terjadi di Batusura’ dan Palesan, Kecamatan Rembon. (*)

Penulis: Arthur/Arsyad
Foto: dok. istimewah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *