Sekarang, Urus KTP Cukup di Lembang Saja

  • Whatsapp
Pelayana KTP sistem "Jemput Bola" di Lembang Sasak kecamatan Bittuang

KAREBA TORAYA — Program “jemput bola” pengurusan administrasi kependudukan yang dicanangkan Bupati Tana Toraja,  mendapat sambutan hangat dari warga, terutama yang berada di lembang-lembang yang jauh dari kota.

Seperti yang terlihat di Lembang Bau, kecamatan Bonggakaradeng dan Lembang Sasak kecamatan Bittuang, saat tim dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tana Toraja mengunjungi daerah itu, pekan lalu. Ratusan warga yang belum memiliki KTP, KK, maupun akte kelahiran, ramai-ramai mendatangi kantor lembang setempat untuk mendapatkan pelayanan.

“Sangat antusias masyarakat di sana (Baud an Sasak),” tutur Ulli, seorang pegawai Dinas Kependudukan yang turun langsung ke lokasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tana Toraja, Marcel Ta’bi Sau’, menjelaskan pasca instruksi bupati soal program “jemput bola”, Dinas Kependudukan langsung membagi tim dalam tujuh zona. Masing-masing zona akan ditangani oleh enam sampai tujuh pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Setiap warga yang hendak mengurus adminsitrasi kependudukan akan dilayani oleh pegawai Disdukcapil di kantor lembang atau kantor camat. Sekarang kita mau jemput bola dan memperpendek rantai pelayanan kepada masyarakat,” ujar Marcel.

Sebelumnya, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, mengatakan pemerintah kabupaten Tana Toraja terus berupaya meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakatnya. Salah satunya adalah dengan memperpendek rantai pelayanan administrasi kependudukan, yang hanya sampai di tingkat lembang saja.

“Masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke ibukota kabupaten hanya untuk mengurus KTP (kartu tanda penduduk) atau KK (kartu keluarga) saja,” ungkap Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, saat melauncing program administrasi kependudukan berbasis lembang di Rantetayo, beberapa waktu lalu.

Nicodemus mengatakan, dengan program ini masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh untuk mengurus semua administrasi kependudukannya, termasuk akter kelahiran, pernikahan, atau kematian.

“Coba bayangkan kalau masyarakat dari Rantetayo ini harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit hanya untuk urus KTP di Makale,” tandas Nico. (Art/ul) pelayanan adminduk di Lembang Bau Pelayanan adminduk di Lembang Bau

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *