Sayur Apapun Bisa Tumbuh di Denpina, Asal Tidak Malas

  • Whatsapp

KAREBA TORAYA — Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) kecamatan Dende Piongan Napo (Denpina) terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung program swasembada lombok, tomat dan sayuran tahun 2017, yang digulirkan pemerintah -Yosia Rinto Kadang (Kaboro), pada awal-awal masa pemerintahan mereka. Sayangnya masih banyak kendala di lapangan yang mereka hadapi.

“Semua jenis sayuran dan holtikultura bisa tumbuh dan berkembang dengan bagus di sini (Denpina). Tanpa perlakukan lebih, cukup dengan pupuk kandang dan beberapa tanaman menggunakan mulsa (penutup tanah) dari plastik, sudah sangat bagus tumbuhnya,” ungkap Kepala BP3K Kecamatan Denpina, Selfina Somalinggi, kepada Karebatoraja.com, Kamis, 28 Juli kemarin.

Dijelaskan Selfina, saat ini pihaknya sedang mengembangkan kebun demonstrasi plot (demplot) di area yang dimiliki BP3K Denpina. Hasilnya pun luar biasa. Berbagai jenis sayuran, seperti tomat, lombok, kacang panjang, terung, dan beberapa jenis sayuran lainnya, tumbuh subur. Melihat berbagai jenis sayuran ini memanjakan mata orang.denpina 3

Demplot ini, jelas Selfina, bertujuan agar masyarakat bisa melihatnya dan dijadikan contoh. Dengan begitu, diharapkan pola pikir masyarakat bisa berubah; bahwa jenis-jenis sayuran seperti ini bisa tumbuh subur di Denpina.

“Kalau kami melakukan penyuluhan
ke masyarakat tanpa contoh, itu susah diadopsi. Makanya kami bikin demplot ini sebagai percontohan sehingga biar mata yang bekerja,” ujar Selfina.

Dia mengatakan, sdenpina 2etiap hari banyak warga yang datang ke BP3K untuk bertanya dan meminta penjelasan soal teknik mengolah lahan, menanam, dan memberi pupuk kandang. “Puji Tuhan, sekarang sudah ada masyarakat yang mau mengerjakannya, bahkan melebihi ekspetasi kami. Ada warga yang sudah menanam cabe dan tomat ribuan pohon. Itu bagus, dan kami berharap semua masyarakat Denpina bisa melakukan hal seperti ini,” katanya.

“Rata-rata penduduk di sekitar BP3K sudah bisa mandiri. Sudah jarang yang membeli lombok atau sayur.  Mereka sudah rajin menanam,” lanjut Selfina.

Meski sudah melakukan banyak hal positif, namun Selfina mengaku bukan tanpa kendala. “Dukungan fasilitas penyuluhan masih sangat minim. Semuanya boleh ada semata-mata karena kreatifitas dan semangat tim yang ada di BP3K Denpina,” keluhnya.

Belum berubahnya pola pikir dan minimnya kreatifitas masyarakat untuk menekuni bidang pertanian holtikultura, juga menjadi Kendal lain yang tak kalah berat untuk dihadapi. Terakhir, adalah soal kurangnya perhatian pemerintah akan kesejahteraan para penyuluh. (Arthur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *