Satu PDP yang Dirawat di RSUD Lakipadada Meninggal Dunia

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi RSUD Lakipadada, Tana Toraja, meninggal dunia. Meski begitu, statusnya belum diketahui; apakah positif atau negatif Covid-19.

Pasien tersebut terkonfirmasi meninggal dunia sekitar pukul 17.30 Wita, Sabtu, 4 April 2020.

Bacaan Lainnya

Direktur RSUD Lakipadada, dr Syafari Mangopo, dalam keterangan pers resmi yang disampaikan Satgas Covid-19 Tana Toraja, Sabtu malam, menyebutkan pasien tersebut sudah dirawat selama lima hari di ruang isolasi RSUD Lakipadada.

Baca Juga  BREAKING NEWS: Dua PDP yang Dirawat di RS Lakipadada Negatif Covid-19

RSUD Lakipadada adalah salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 yang ditunjuk Kementerian Kesehatan RI.

Pasien berjenis kelamin laki-laki dan berusia 43 tahun itu sebelumnya memeriksakan diri di Puskesmas Buntu Limbong. Setelah itu, dia sempat kembali ke rumahnya dan kemudian masuk ke RSUD Lakipadada.

“Saat pasien masuk di RSUD Lakipadada, dia mengeluh penyakit jantung. Tetapi setelah dokter melakukan analisa dan foto thorax diketahui pasien ini menderita radang paru (pneumonia). Sehingga langsung dimasukkan di ruang isolasi,” terang dr Syafari.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Lakipadada dan riwayat perjalanan pasien, yang seminggu sebelumnya baru saja kembali dari Kalimantan seminggu sebelumnya, sehingga tim dokter menetapkan pasien ini dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Baca Juga  Hindari Corona, Kadis Pertanian Tana Toraja Ajak Masyarakat Bertani

“Berdasarkan pemeriksaan rapid test, memang hasilnya negatif, tapi kita masih menunggu hasil tes swab yang kita kirim ke Makassar dan sampai saat ini kita belum terima hasilnya,” urai dr Syafari.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, yang juga anggota Satgas Covid-19 Tana Toraja, Mariana Belo, mengatakan karena pasiennya berstatus PDP, sehingga proses pemakamannya dilakukan sesuai dengan standar Covid-19.

“Sesuai standar Covid-19. Malam ini langsung dimakamkan. Pemakaman mengikuti standar Covid-19 ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan sambil menunggu hasil tes swab dari Makassar,” terang Mariana, Sabtu malam. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Foto: ilustrasi simulasi penanganan Covid-19 RSUD Lakipadada

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *