Saat Ini, Sejumlah Wilayah dan Ruas Jalan di Makale Terendam Air

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Sejumlah wilayah dan jalan di dalam Kota Makale dan Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja dilaporkan terendam air dengan ketinggian bervariasi.

Sejumlah warga melaporkan kondisi ini terjadi akibat hujan lebat yang turun terus menerus sejak siang hingga malam ini di Makale dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini diperparah dengan tingginya curah hujan di bagian Toraja Utara yang membuat debit air di Sungai Sa’dan naik beberapa centimeter.

Julio Raymosa melaporkan air luapan sungai Surame menggenangi wilayah Kampung Pisang, bekas lapangan sepak bola Makale dan daerah sekitar pasar.

Baca Juga  Sudah 4 Jam Hujan Lebat Guyur Kota Makale, BPBD Ingatkan Warga Waspada Banjir

Sementara Thony Kendek Jabar, warga lainnya melaporkan bahwa genangan air juga terjadi di Asrama Polisi Polres Tana Toraja.

Genangan air juga terlihat di sekitar SMA Katolik Makale dan jalan masuk ke Pasar Sentral Makale. Itu dilaporkan oleh Leus Amigo.

Adriana Andi, warga Randawai, Lamunan, Kecamatan Makale Selatan melaporkan Sungai Sa’dan meluap dan menggenangi daerah di sekitar kediamannya. Ketinggian air di daerah ini diperkirakan sudah mencapai satu meter, karena genangan sudah hampir sama tinggi dengan jalan.

“Kami di sini (air) sudah dapat tiang rumah. Bahkan sawah dan kebun sudah kayak lautan,” terang Adriana, Sabtu malam.

Sementara itu, di sekitar Kantor Dinas PUPR Tana Toraja (Kamali) dilaporkan juga terjadi genangan. Beberapa warga yang tinggal di dekat sungai khawatir terjadi longsor akibat volume air yang terus naik.

Baca Juga  Fraksi Golkar DPRD Sulsel Bantu Korban Bencana Alam dan Terdampak Covid-19 di Toraja

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja, Alfian Andi Lolo, mengatakan genangan air yang terjadi di beberapa titik di Makale akibat luapan air sungai Surame.

Alfian bahkan mengaku rumahnya di dekat Polres Tana Toraja juga kebanjiran.

Untuk diketahui, sampai saat ini, hujan masih turun di Kota Rantepao dan sekitarnya, meski volumenya tidak besar. Jika hujan terus turun dikhawatirkan volume air sungai naik dan menggenangi permukiman warga di sekitar bantaran sungai. (*)

Penulis: Desianti
Foto: dok. Istimewah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *