Ribuan Personil Bawaslu Tana Toraja Patroli Pengawasan Politik Uang di Masa Tenang

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE —Ribuan personil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupatrn Tana Toraja mulai dari Pengawas TPS sebanyak 769 orang, 159 orang Pengawas Kelurahan/Lembang, 57 orang Pengawas Kecamatan dan jajaran Bawaslu Kabupaten Tana Toraja akan menggelar patroli pengawasan pencegahan politik uang di masa tenang Pemilu 2019.

Kesiapan ini disampaikan pimpinan Bawaslu Provinsi Sulsel, Asradi, dalam Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2019, yang digelar Jumat pagi 12 April 2019 di Taman Rakyat Plaza Kolam Makale.

Bacaan Lainnya

Asradi selaku Pimpinan Bawaslu Prov Sulsel yang bertindak sebagai Pembina Apel Gelar Pasukan mengatakan gelar pasukan ini digelar dalam rangka persiapan patroli pengawasan anti politik uang dan dalam rangka pengawasan Pemilu 2019 yang tinggal 5 hari lagi.

Baca Juga  VIDEO: Dua Bupati di Toraja serta Forkopimda Nyanyi Bersama di Natal Polres

Asradi yang didaulat menyampaikan sambutan seragam pimpinan Bawaslu RI mengatakan hari ini jajaran Bawaslu ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia berdiri serentak sebagai tanda kesiapan mengawasi puncak tahapan pemilu 2019.

Bawaslu menegaskan, jajarannya akan menggelar patroli secara serentak dalam wilayah tugas masing-masing dalam rangka melakukan upaya-upaya pencegahan praktik politik uang dan mencegah kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi dimasa tenang dan hari pemungutan suaran.

Politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan sehingga seluruh jajaran Bawaslu bersama-sama dengan masyarakat menolak dan melawan politik uang demi pemilu yang bersih dan berintegritas dan bermartabat.

Gerakan patroli ini adalah gerakan etik dan moral sekaligus alarm kesiapan petugas dalam melakukan pencegahan sekaligus mengedukasi masyarakat Indonesian bahwa pemilu bukanlah sekedar kontestasi politik dan sirkulasi elit tapi merupakan dialektika yang menempatkan anak Bangsa sebagai subjek dalam ruang pemaknaan demokrasi yang nyata dan kontekstual.

Baca Juga  GERTAK Tentang Labelisasi Halal untuk Pariwisata Toraja

Patroli masa tenang akan menjadi daya dorong untuk seluruh warga Negara yang menjunjung tinggi hak dan kewajibannya, saling menghormati dan saling menghargai serta menyatuhkan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, dalam arahannya kepada ribuan jajaran Bawaslu Tana Toraja berharap Bwaslu betul-betul siap dalam mengawal dan mendorong pesta demokrasi yang baik di Tana Toraja.

“Saya yakin dan percaya bahwa jajaran bawaslu yang berkumpul saat ini adalah orang-orang pilihan dari 317 ribu rakyat Tana Toraja, sehingga rasa keterpanggilan dan keterpilihan untuk mengawasi pemilu betul-betul dihadirkan,” ungkap Nico.

Nico juga menegaskan agar Pengawas Pemilu tidak perlu ragu dan takut dalam melaksanakan fungsi pengawasan.

Baca Juga  GMNI Sulsel Akan Gelar Kaderisasi di Palopo, Toraja Ikut Serta

“Hadirkan dalam dirimu bahwa demokrasi akan rusak kedepan jika saudara-saudara tidak berbuat dengan baik hari ini, jangan terganggu dengan senjata, jangan terganggu dengan tombak atau parang, hadirkan dirimu sebagai anak bangsa yang menjadi patriot-patriot pemilu kali ini,” tegas Nico. (*)

Penulis/foto: Desianti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *