Reses di Rindingallo, JRM Minta Dukungan Masyarakat Terkait Pembangunan Jalan Rantepao – Batas Sulbar

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, PANGALA’ — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, John Rende Mangontan melaksanakan temu konstituen sekaligus reses masa sidang I, tahun 2020-2021 di Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, Rabu, 4 November 2020.

Dalam reses yang dihadiri 176 orang warga ini, John Mangontan meminta dukungan masyarakat atas pembangunan jalan provinsi poros Rantepao-Tikala-Pangala’-Baruppu’-Batas Sulbar, yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Rp47,4 Miliar Anggaran Provinsi untuk Toraja Barat, JRM Ingatkan Standar Jalan

Dukungan masyarakat sangat penting, karena selain akan memperlancar akses transportasi, poros ini juga diproyeksi menjadi jalan nasional. Dengan begitu, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun masyarakat Toraja akan diuntungkan dengan keberadaan jalan tersebut.

Reses yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Rindingallo ini dihadiri perwakilan dari Balai Prasarana Permukiman dan Perkotaan Sulsel, Camat Rindingallo, Lurah, serta Kepala Lembang se Kecamatan Rindingallo, juga tokoh masyarakat setempat.

JRM, begitu John Rende Mangontan biasa disapa, menjelaskan anggaran yang dialokasikan pemerintah dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk pembangunan jalan poros Rantepao-Pangala’-Baruppu’-Batas Sulbar tahun 2020, cukup besar.

“Pada APBD induk tahun 2020 dianggarkan Rp 14 miliar. Di perubahan (APBD-P) ditambah lagi Rp 75 miliar. Ini proyek multiyear, jadi harus diawasi secara ketat,” urai politisi Partai Golkar ini.

Baca Juga  IKT Papua Konsolidasi Galang Bantuan untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Dalam perjalanan ke lokasi reses, Ketua Komisi D DPRD Sulsel ini juga meninjau proses pembangunan jalan poros Rantepao-Pangala’-Baruppu’-Batas Sulbar, yang saat ini tengah dilaksanakan rekanan. Kepada PPTK, kontraktor, dan konsultan pengawas yang ditemui di lapangan, JRM mengingatkan agar bekerja secara profesional dan tetap mengacu pada standar geometrik (standar ke-PU-an) sehingga asas manfaat bisa dirasakan masyarakat dengan baik dan akan menjadikan pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Jangan sampai pembangunan yang dilakukan itu menimbulkan dampak yang kurang baik bagi masyarakat, terutama yang tinggal atau memiliki sawah atau kebun di sisi kiri maupun kanan jalan,” katanya mengingatkan.

Sementara itu, tokoh-tokoh masyarakat Rindingallo mengusulkan penataan kawasan wisata sejarah, yakni Tongkonan dan makam Pahlawan Nasional Pongtiku. Menanggapi permintaan masyarakat ini, pihak Balai Prasarana Permukiman dan Perkotaan Sulsel memberi syarat kepada masyarakat agar membentuk kelembagaan dalam bentuk yayasan agar proses pembangunan situs tersebut bisa segera direalisasikan. (*)

Baca Juga  Polres Tana Toraja Kesulitan Tangani Kasus ITE dan Media Sosial

Penulis: Arthur
Foto: Reses Masa Sidang I, tahun 2020-2021 yang dilaksanakan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, John Rende Mangontan di Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *