Polres Tana Toraja Kesulitan Tangani Kasus ITE dan Media Sosial

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Kepolisian Resor (Polres) Tana Toraja kesulitan menangani kasus-kasus pencemaran nama baik atau penghinaan melalui media sosial yang berhubungan dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dari lima kasus yang dilaporkan masyarakat, baru satu kasus yang sudah selesai atau penyerahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Tana Toraja.

“Sampai saat ini baru satu kasus ITE yang dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke tahap II yaitu kasus penyebaran foto bugil mahasiswa UKI Toraja oleh pacarnya,” ungkap Kapolres Tana Toraja, Julianto P. Sirait, dalam konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Mapolres Tana Toraja, Rabu, 23 Mei 2018.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tana Toraja, AKP Jon Paerunan, menjelaskan dalam menilai kasus ITE itu tidak semua sama sulitnya dan sama mudahnya. Ada kasus yang memang memerlukan saksi alhi terutama dalam menganalisa bahasa dan analisa keaslian akun yang digunakan.

Baca Juga  Studi Banding Aparat Lembang dari Tana Toraja ke Bali dan Jawa Direstui Bupati

“Apalagi kalau pakai akun palsu. Inilah yang cukup sulit untuk ditelusuri siapa pemilik akun sebenarnya,” terang AKP Jon.

Menurut catatan karebatoraja.com, setidaknya ada lima kasus pencemaran nama baik, penghinaan, dan pengancaman melalui media sosial (terutama Facebook), yang dilaporkan masyarakat ke Polres Tana Toraja. Kelima kasus itu, yakni:

  1. Laporan Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Djuli Membaya melalui media sosia Facebook. Kasus ini sudah berjalan satu tahun lebih sejak dilaporkan pada 16 Februari 2017. Penyidik Polres Tana Toraja sempat menaikkan status terlapor, Djuli Membaya, menjadi tersangka pada 17 November 2017. Namun sampai hari ini, kasus itu masih mandek di Polres Tana Toraja.

BERITA TERKAIT: Merasa Dihina, Wabup Tana Toraja Laporkan Kadis Perhubungan Papua ke Polisi

  1. Laporan Ketua Umum IKT Provinsi Papua, John Rende Mangontan, dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua, Djuli Membaya, melalui media sosial Facebook. Laporan ini masuk ke SPK Polres Tana Toraja pada 26 September 2017. Pencemaran nama baik dan pengancaman inilah yang diduga kuat menjadi latar belakang tindakan penganiayaan ringan yang dilakukan oleh John Rende terhadap Djuli Membaya. Sayangnya, kasus yang dilaporkan secara bersamaan ini, terlihat berat sebelah. Polisi lebih dahulu memproses kasus penganiayaan hingga ke pengadilan, sedangkan kasus dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman hingga saat ini tidak tuntas.
Baca Juga  Deklarasi Kebangsaan untuk NKRI Juga Digelar di Makale, Tana Toraja

BERITA TERKAIT: Adukan Kadis PU Provinsi Papua ke Polisi, JRM: Itu Bukan Laporan Tandingan

  1. Kasus penyebaran foto bugil milik AS, mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, yang diduga dilakukan oleh pacarnya, Asr, melalui media sosial Facebook. Laporan ini diterima polisi pada Minggu, 4 Maret 2018. Keesokkan harinya, pelaku, Asr ditangkap polisi. Kini kasusnya sudah masuk ke tingkat penyerahan tahap II (tersangka dan barang bukti) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tana Toraja.

BERITA TERKAIT: Polisi Tangkap Penyebar Foto Bugil Mahasiswi Salah Satu PTS di Toraja

  1. Laporan dari YM, artis lokal Toraja, tentang pengancaman dari seseorang melalui media sosial Facebook, yang akan menyebarkan foto bugil mirip dirinya. Laporan ini diterima polisi pada 18 Februari 2018.
Baca Juga  Dinilai Sukses, "Passemba Toraya Maelo" akan Masuk Agenda Kemilau Toraja 2019

BERITA TERKAIT: Soal Foto Bugil, Artis Toraja Ini Mengaku Hanya Editan

  1. Laporan ahli waris dan keluarga besar Pong Maramba’ terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik oleh akun Facebook Ruben Parinding. Laporan keluarga besar Pong Maramba’ ini diterima polisi pada 19 Februari 2018. Namun sejauh ini, kasus tersebut tetap mandek dan belum ada kelanjutannya.

BERITA TERKAIT: Diduga Fitnah Pong Maramba’ di Facebook, Akun Ruben Parinding Dilapor ke Polisi

Banyaknya laporan masyarakat ke polisi ini memperlihatkan bahwa media sosial saat ini banyak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat berharap polisi bekerja lebih cepat dalam menyelesaikan kasus-kasus yang terkait dengan media sosial dan UU ITE, sehingga ke depan, bisa menjadi bahan pembelajaran kepada semua pengguna media sosial untuk  menggunakannya dengan bijaksana. (Arsyad Parende/Litbang Karebatoraja.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *