Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, Petugas dan Pemilih Gunakan APD

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memutuskan melanjutkan tahapan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak, meski saat ini Indonesia tengah berada pada situasi kekhawatiran level tinggi akibat pandemi Covid-19.

Keputusan yang dikeluarkan pada awal Juni 2020 ini kemudian ditindaklanjuti oleh KPU Kabupaten/Kota dengan melakukan kesiapan-kesiapan untuk melanjutkan tahapan Pilkada yang sempat tertunda akibat Covid-19.

Bacaan Lainnya

Salah satu kabupaten yang menyatakan siap melaksanakan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 adalah Tana Toraja.

Baca Juga  Anggota DPRD Sulsel, Firmina Tallulembang Sumbang APD Covid-19 untuk RS di Toraja

“Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, jajaran KPU Kabupaten Tana Toraja siap melanjutkan kembali tahapan Pilkada yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19,” tegas Ketua KPU Kabupaten Tana Toraja, Rizal Randa, Sabtu, 19 Juni 2020.

Rizal mengatakan, salah satu bentuk penerapan protokol kesehatan dalam tahapan Pilkada lanjutan, terlihat pada pelantikan petugas PPS beberapa waktu lalu. Pada pelantikan yang dilakukan secara tatap muka, semua anggota PPS yang dilantik mengenakan masker serta menjaga jarak aman. Kemudian, ada beberapa kecamatan yang melakukan pelantikan secara virtual.

“Pada tahapan-tahapan selanjutnya, semua petugas pemilu akan mengenakan APD (alat pelindung diri) setiap kali melakukan tugas,” katanya.

Aturan mengenakan APD ini akan terus dilakukan hingga hari H pelaksanaan Pilkada, yakni pemungutan suara. Pada pelaksanaan pemungutan suara, baik petugas maupun pemilih akan mengenakan APD.

Baca Juga  Berdayakan Penyiaran Lokal Berizin saat Debat Kandidat, KPID Puji KPU Tana Toraja

“Untuk petugas, nanti akan dilengkapi masker, face shield (pelindung wajah), dan kaos tangan. Semua dokumen pemilu juga akan dipayakan dibungkus plastik. Sedangkan untuk pemilih, kita akan siapkan kaos tangan plastik sekali pakai. Demikian pula dengan tinta, nanti kita akan upayakan agar sesuai standar protokol Covid-19,” terang Rizal.

Karena mengikuti protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19, jumlah TPS di Tana Toraja juga bakal bertambah. Dari yang direncanakan sebelumnya 531 menjadi 546 TPS.

“Ini karena sesuai instruksi KPU Pusat, setiap TPS maksimal 500 pemilih. Sehingga setelah kita hitung maka ada penambahan TPS sebanyak 15 TPS,” urai Rizal.

Untuk memenuhi kebutuhan APD bagi para petugas pemilu maupun pemilih, KPU Tana Toraja meminta tambahan anggaran sebesar Rp1,9 miliar kepada pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Namun menurut Rizal, anggaran ini diupayakan tidak dalam bentuk uang, namun dalam bentuk barang, yakni APD.

Baca Juga  Cegah Politik Uang, Panwascam Sangalla Kumpul Kepala Kampung di Buntu Masakke

“Setiap tahapan hingga hari H, petugas pemilu akan didampingi oleh petugas kesehatan. Nanti di hari H, kita upayakan setiap TPS ada minimal satu tenaga kesehatan. Mungkin juga akan ada pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun, sebelum pemilih masuk ke TPS,” terang Rizal. (*)

Penulis/Foto: Arthur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *