Pemkab Tana Toraja Bayar Ganti Rugi Sisa Lahan Bandara Buntu Kunik Mengkendek

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Meski proses pembangunannya makrak dalam dua tahun terakhir ini, namun pemerintah kabupaten Tana Toraja tetap melakukan pembayaran ganti rugi sisa lahan Bandara Buntu Kunik di Kecamatan Mengkendek.

Pembayaran dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung, setelah pemerintah kabupaten Tana Toraja, dalam hal ini Tim 9 Pembebasan Lahan Bandara, kalah dalam perkara perdata melawan ahli waris Puang Sesa Bonde, pemilik lahan di Pitu Buntu Pitu Lombok.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Bupati Toraja Utara Terima Penghargaan Top Pembina BUMD

Proses pembayaran dilakukan oleh Bank BRI disaksikan Ketua PN Makale dan kuasa hokum Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Yohanis Kundang, di Kantor Pengadilan Negeri Makale, Rabu, 21 Juni 2017.

Kuasa Hukum Pemda Tana Toraja, Yohanis Kundang, yang dikonfirmasi karebatoraja.com, menjelaskan ganti rugi yang dibayarkan hari ini diberikan kepada 26 orang penggarap lahan milik Puang Sesa Bonde. Besarnya uang ganti rugi yang dibayarkan sekitar Rp1,5 milyar.

“Pembayaran ini dilakukan sesuai keputusan MA (Mahkamah Agung),” ungkap Yohanis.

Diuraikan, sesuai putusan MA dalam perkara perdata antara Pemda Tana Toraja (Tim 9) dengan ahli waris Puang Sesa Bonde, disebutkan bahwa pemerintah harus membayar ganti rugi kepada ahli waris Puang Sesa Bonded an para penggarap sebesar Rp5,1 milyar. Dari angka Rp5,1 milyar tersebut, sepertiganya diberikan kepada penggarap dan dua pertiga diberikan kepada ahli waris Sesa Bonde, baik dari penggugat konvensi maupun penggugat intervensi.

Baca Juga  DPRD Tana Toraja Setujui Penyerahan Aset Daerah ke Toraja Utara

“Yang sepertiga itulah yang dibayarkan hari ini kepada 26 orang petani penggarap,” jelas Yohanis.

Sementara itu, Jimmy Andi Lolo, salah satu ahli waris Puang Mengkendek (penggugat konvensi) yang dikonfirmasi terkait pembayaran itu, menyatakan tidak ada masalah, karena pembayaran yang dilakukan itu sesuai dengan perintah pengadilan dalam hal ini Mahkamah Agung.

“Tidak ada masalah. Itu kan keputusan pengadilan yang harus kita hormati,” ungkap Jimmy.

Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum penggugat intervensi, Johny Paulus, juga tidak mempermasalahkan pembayaran ganti rugi kepada para penggarap tersebut. “Sudah sesuai keputusan MA itu, tidak ada yang salah,” katanya.

Johny mengatakan, sisa pembayaran sebesar dua pertiga dari nilai total ganti rugi Rp5,1 milyar, yang menjadi hak ahli waris Puang Sesa Bonde, masih dibicarakan dan belum menemukan kata sepakat antara penggugat konvensi dan penggugat intervensi. (Arthur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *