Pemilu 2019 Akhiri Era “Politik Keluarga” di Toraja

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Pemilihan umum (pemilu) legislatif tahun 2014 melahirkan “politik keluarga” di DPRD Tana Toraja maupun Toraja Utara. Ada suami, istri, kakak, adik, dan ipar, yang menjadi anggota DPRD pada periode yang sama.

Di Tana Toraja ada suami-istri Andareas Tadan dan Selmi Sattu. Keduanya terpilih pada pemilu 2014 dari Partai Hanura. Andareas, yang kemudian menduduki kursi Wakil Ketua DPRD, periode 2014-2019, terpilih dari Dapil 1 Makale, Makale Selatan, dan Makale Utara. Sedangkan Selmi Sattu terpilih dari Dapil 2, Mengkendek, Gandangbatu Sillanan, Sangalla’, Sangalla’ Selatan, dan Sangalla’ Utara.

Bacaan Lainnya

Pada pemilu 2019, Andareas dan Selmi kembali mencalonkan diri dari Partai Hanura. Dapilnya pun tetap, Andareas di Dapil 1, Selmi di Dapil 2. Namun, yang kembali lolos ke DPRD Tana Toraja hanya Andareas dari Dapil Tana Toraja 1.

Selain suami-istri Andareas-Selmi, ada juga politisi yang kakak-beradik menjadi anggota DPRD Tana Toraja pada periode 2014-2019. Mereka adalah Yosephine Maria Palamba dan Beatris Palamba. Yosephine terpilih dari Partai Golkar Dapil Tana Toraja 1. Sementara Beatris dari Partai Nasdem, yang juga terpilih dari Dapil 1. Keluarga Palamba menjadi semakin lengkap dengan masuknya sang ipar, Luther Patasik, dari PDI Perjuangan, menggantikan Yohanis Lintin Paembongan, yang kala itu mengundurkan diri karena mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Tana Toraja berpasangan dengan Theofilus Allorerung.

Namun nasib ketiganya tidak beruntung di pemilu 2019. Sama-sama kembali mencalonkan diri dari partai yang sama. Yosephine, Beatris, maupun Luther, gagal melangkah kembali ke gedung DPRD Tana Toraja. Perubahan daerah pemilihan pada pemilu 2019 turut memberi andil tidak lolosnya ketiga caleg ini.

Sementara di DPRD Toraja Utara, ada pasangan suami-istri, Alexander Rantetondok – Katrina. Keduanya terpilih dari Partai Demokrat pada Pemilu 2014. Alexander terpilih dari Dapil Toraja Utara 3, sedangkan Katarina dari Dapil Toraja Utara 6.

Pada pemilu 2019, keduanya kembali mencalonkan diri menjadi calon legislatif. Alex dari Dapil 3, sedangkan Katrina dari Dapil 5. Nasib baik tidak berpihak pada keduanya. Mereka sama-sama tidak terpilih pada pemilu kali ini. Majunya tiga bersaudara Rantetondok; Pither Rantetondok (Golkar), Markus Rantetondok (Nasdem), dan Alexander Rantetondok (Demokrat), memperkecil ruang politik Alex untuk kembali meraih kursi di DPRD Toraja Utara. Demikian pula dengan Katrina. Hadirnya wajah baru di Partai Demokrat Dapil 5, membuat peluangnya menipis, sehingga tidak terpilih kembali. (*)

Penulis: Arthur
Foto: ilustrasi

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Mungkin Karebatoraja bisa mencoba mendalami apakah ada hal yang substansiil dari putusnya dinasti legislatip pada pileg 2019. Apakah karena adanya perubahan pola pandang masyarakat ataukah karena kebetulan saja. Kurre.