Pemilik Warung Batagor Kang Ujang Rantepao Klarifikasi Informasi Keliru yang Menyebut Dirinya Positif Corona

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Suparno, pemilik Warung Batagor Kang Ujang yang berlokasi di Kelurahan Malango, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, membantah keras bahwa dirinya positif terpapar virus Corona.

“Saya sebagai pemilik warung sehat-sehat saja. Saya sudah di-rapid test di Lakipadada (RSUD Lakipadada), hasilnya non reaktif. Suratnya ada. Kenapa Ibu itu, yang viral di video katanya saya positif Corona. Padahal hasil tes saya negatif,” tegas Suparno, saat menghubungi redaksi karebatoraja.com, Jumat, 24 Juli 2020.

Bacaan Lainnya

Penjelasan sekaligus klarifikasi Suparno ini berkaitan dengan beredarnya video pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara, Elisabeth Zakaria, di media sosial, yang menyebut pemilik warung batagor Kang Ujang Rantepao, positif Corona.

Baca Juga  5 Anggota Keluarga Tukang Bakso yang Meninggal di Rantepao, Positif Corona

Dalam video yang beredar tersebut, Elisabeth juga menyebut bahwa pemilik warung tersebut baru datang dari Brebes, Jawa Tengah pada 16 Juni 2020. Sebelum berangkat dari Jawa Tengah, Suparno melakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Namun setelah sampai di Toraja, konon pemilik warung itu melakukan rapid test lagi untuk kepentingan perjalanan ke luar daerah dan hasilnya reaktif. Kemudian dilanjutkan dengan Swab test dan hasilnya positif Covid-19.

“Informasi keliru inilah yang saya klarifikasi. Memang betul saya baru datang dari Brebes tanggal 16 Juni 2020. Sebelum berangkat dari sana, saya melakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Sampai di sini, saya diminta untuk melakukan rapid test lagi dan hasilnya negatif. Itu artinya saya tidak terpapar virus Corona,” tegas Suparno.

Baca Juga  TERKINI: Jumlah Kasus Positif Corona di Toraja Utara Bertambah Lagi

Suparno mengakui, bahwa ada dua karyawan di rumah makan Kang Ujang, yang saat ini tengah diisolasi di RSUD Lakipadada sejak 16 Juli 2020. Dua karyawan yang diisolasi itu disebabkan karena hasil rapid test mereka reaktif. Dan salah satu dari dua karyawan tersebut (dalam kondisi hamil), diindikasi positif Covid-19.

Dari dua orang karyawannya yang diisolasi tersebut, kata Suparno, salah satunya sudah diizinkan pulang pada Kamis, 23 Juli 2020, karena hasil tes Swab-nya negatif Covid-19.

Suparno juga membantah bahwa dua karyawannya itu pernah melakukan perjalanan keluar daerah, apalagi baru pula dari Brebes. “Saya yang dari Brebes, karyawan saya itu KTP Jakarta,” katanya.

Dia meminta agar instansi terkait di Toraja Utara, yakni Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Toraja Utara, memberikan informasi yang benar ke masyarakat agar tidak terjadi mis-informasi dan merugikan dirinya dan usahanya.

Baca Juga  1 Pasien Covid-19 Meninggal, Damkar dan Mobil “Halo-halo” Kembali Turun Jalan

“Yang jelas saya protes, karena informasi yang disampaikan kepada masyarakat itu keliru,” katanya.

Suparno mengatakan, pasca rebut-ribut soal virus Corona, warung yang dikelolanya terpaksa ditutup sementara. Masyarakat juga takut berkunjung ke warung miliknya.

“Saya mau menyampaikan kepada masyarakat luas, terutama warga Toraja Utara dan khususnya warga Kota Rantepao bahwa saya tidak terpapar virus Corona. Saya sehat-sehat dan baik-baik saja,” ujarnya menutup perbincangan. (*)

Penulis: Arthur
Foto: Suparno alias Kang Ujang, pemilik warung Batagor Kang Ujang di Kelurahan Malango, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara. (dok. pribadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *