Pembangunan Pedestrian Sepajang 6 KM di Kota Rantepao Dimulai, Anggarannya Rp46,9 Miliar

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mendapat bantuan keuangan senilai Rp46,9 miliar untuk pembangunan pedestrian di jalan-jalan utama Kota Rantepao sepanjang 6 kilometer.

Proses pembangunan pedestrian untuk mewujudkan impian Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, menjadi Kota Rantepao “bebas debu” ini sudah dimulai sejak Rabu, 30 September 2020.

Bacaan Lainnya

Jalur Pedestrian yang lebih umum disebut Trotoar merupakan kawasan jalan khusus pejalan kaki. Semakin tingginya volume kendaraan menjadi dasar pembangunan jalur pedestrian, demi melindungi hak-hak pejalan kaki dari kendaraan-kendaraan.

Baca Juga  Pemda Toraja Utara Sambut Gembira Kehadiran Maskapai Citilink di Bandara Toraja

Pantauan karebatoraja.com, proyek pembangunan pedestrian kawasan Kota Rantepao ini ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Toraja Utara. Pekerjaan penggalian dan pemasangan boks drainase sudah dilaksanakan di samping dan belakang kantor pusat Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja atau Jalan Ratulangi dan Jalan Benteng Batu.

“Ada beberapa ruas jalan, kiri maupun kanan yang akan dibangun pedestrian. Panjang total 6 kilometer untuk kawasan Kota Rantepao. Mulai dari depan Kodim hingga ke ujung Jalan Mappanyuki, kemudian Jalan Sam Ratulangi, dan beberapa ruas jalan lainnya,” terang Sekretaris Dinas PUPR Toraja Utara, Paulus Tandung, dalam keterangan pers, Kamis, 1 Oktober 2020.

Paulus menjelaskan, selain drainase yang diperlebar dan diperbaiki, di atas drainase juga akan dibangun trotoar berlapis batu Andesit. Di samping trotoar juga akan dibangun taman untuk ditanami bunga.

Baca Juga  Kabupaten Toraja Utara Susun Peta Proses Bisnis

“Kemudian kita akan lengkapi pedestrian dengan lampu jalan dan lampu untuk pejalan kaki,” urai Paulus.

Paulus menambahkan, pembangunan pedestrian di Kawasan Kota Rantepao ini menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Toraja Utara tahun 2020. “Memang sumbernya dari bantuan keuangan Provinsi tapi itu masuk dalam APBD Toraja Utara tahun 2020,” katanya.

Paulus memohon kearifan dan kebijaksanaan masyarakat, terutama yang rumahnya berada di pinggir jalan agar memberikan ruang dan keleluasaan kepada para pekerja yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut.

“Ini demi kebaikan kita bersama. Mohon dukungan dan bantuan dari masyarakat agar pembangunan pedestrian ini bisa berjalan lancar dan aman,” pintanya.

Proyek pedestrian Kawasan Kota Rantepao ini ditargetkan rampung pada Maret 2021. (*)

Baca Juga  Membahayakan Pengendara, Pemprov Sulsel Diminta Utamakan Perbaikan Jalur Rantepao-Pangli

Penulis: Arthur
Foto: Sejumlah pekerja sedang memasang boks drainase di Jalan Benteng Batu Rantepao, yang diatasnya akan dibangun pedestrian/trotoar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *