Pejabat Toraja Harus Beri Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp

“Bagaimana masyarakat mau patuh kepada protokol kesehatan kalau para pejabatnya saja abai akan hal itu. Mestinya mereka memberi contoh, misalnya bagaimana memakai masker yang benar. Masker kok dipasang di dagu.”

— Roy Rantepadang, pengamat sosial politik

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Para pejabat di Tana Toraja dan Toraja diharapkan memberi contoh penerapan protokol kesehatan di tengah kekhawatiran masyarakat akan wabah virus Corona. Contoh yang diberikan para pejabat bisa ditiru oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Polres Toraja Utara Bagi 50 Ribu Masker Secara Cuma-cuma kepada Masyarakat

“Mestinya begitu, mereka harus jadi contoh. Tapi ini saya lihat, banyak pejabat kita yang tidak bisa memberi contoh penerapan protokol kesehatan dengan baik. Sebuah contoh kecil, cara memakai masker yang benar. Banyak pejabat memakai masker tidak menutupi mulut dan hidung, tetapi ditaro (dipasang) di dagu,” sindir pengamat sosial politik, Roy Rantepadang, Sabtu, 11 Juli 2020.

Selain itu, dia juga menyoroti masalah penyediaan dan praktek cuci tangan di area perkantoran pemerintah. Menurut pengamatannya, lebih patuh jemaat yang datang ke gereja atau bank dibanding ke kantor pemerintahan. Penyediaan sarana cuci tangan di perkantoran pemerintah, menurut Roy, masih asal-asalan.

Berikutnya soal physical distancing atau jarak aman antar orang. “Pemerintah ini lucu menurut saya. Mereka menghimbau masyarakat agar tidak kumpul-kumpul, jaga jarak, dan sebagainya. Tapi saya lihat di kantor-kantor masih banyak orang kumpul-kumpul. Lebih konyol lagi ada pejabat yang menghadiri atau membuka sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang di tengah pandemic Covid-19,” terang Roy.

Baca Juga  Pelaku Minta Maaf, Camat Sa’dan Minta Netizen Hentikan Share Video Pertengkaran Soal Masker

Selain itu, Roy juga menyoroti soal isolasi mandiri bagi orang yang bepergian ke luar Toraja atau baru datang dari daerah zona merah Covid-19. Beberapa pejabat, kata Roy, melakukan perjalanan ke luar daerah dalam jangka waktu tertentu, begitu pulang ke Toraja, langsung melakukan aktivitas bertemu masyarakat tanpa melakukan isolasi.

“Mungkin saja mereka pergi itu sudah melengkapi diri dengan hasil Swab test, karena itu persyaratan naik pesawat atau masuk zona merah. Tapi bagaimana saat kembali? Apakah mereka yakin dirinya benar-benar bebas dari virus Corona?” seru Roy.

Roy mengingatkan kepada para pejabat agar patuh pada protokol kesehatan yang mereka buat. “Pejabat itu banyak bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat. Jangan sampai ada virus yang dibawa, kemudian masyarakat yang menjadi korban, apalagi yang sudah lansia dan menderita penyakit kronis,” katanya. (*)

Baca Juga  Gunakan Dana Desa, Pemerintah Lembang Buntu Limbong Produksi Masker untuk Warganya

Penulis: Desianti
Foto:
ilustrasi pemakaian masker yang salah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *