Pdt Alfred Anggui Sulit Jadi Calon Ketua BPS GT

  • Whatsapp
Pdt. DR Alfred Anggui, M.Th

KAREBA TORAYA — Meski diinginkan banyak orang maupun peserta SSA, namun jalan Pdt DR Alfred Anggui, M.Th menuju kursi Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, bakal terganjal di kriteria calon.

“Beliau Pendeta muda berbakat, idealis, dan disukai banyak orang. Kalau ditanya, kami ingin memilihnya, tetapi mungkin dia akan terganjal persyaratan calon,” ungkap seorang peserta SSA, yang tidak mau ditulis namanya kepada Karebatoraja.com, Senin siang, 25 Juli 2016.

Menurut sumber ini, kriteria yang akan mengganjal Pdt Alfred adalah tidak pernah memimpin jemaat di pedesaan. Selama ini, Alfred banyak melakukan pelayanan di perkotaan. Terakhir dia adalah pendeta Jemaat Kelapa Gading (Gereja Tongkonan) Jakarta. Berikut, dia belum pernah menjadi pengurus atau Ketua BPK.

“Tapi itu masih akan diperdebatkan malam ini oleh komisi pemilihan atau besok pagi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Tetapi belajar dari beberapa sidang sinode selama ini, kriteria-kriteria seperti ini biasanya dipakai,” katanya.

“Andai saja lolos jadi calon, saya yakin dia (Pdt Alfred) terpilih,” lanjutnya.

Nama Pdt Alfred Anggui dan Pdt. Yonan Tadius, memang cukup populer, baik di arena SSA maupun di masyarakat. Bahkan kedua nama ini sempat menjadi viral di media sosial, sepekan belakangan ini. Keduanya disebut-sebut menjadi kandidat kuat pengganti Pdt. Musa Salusu, Ketua BPS sekarang.

Informasi lain yang dihimpun Karebatoraja.com menyebut nama incumbent Pdt Musa Salusu masih sangat kuat. Disamping memiliki pengalaman mumpuni, pendeta senior ini juga dinilai masih memiliki pengaruh kuat di kalangan peserta SSA atau pemilik hak suara.

“Oppo ini barang (Ketua BPS),” ujar peserta SSA lainnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Karebatoraja.com di arena SSA, ada beberapa nama lain yang disebut para peserta layak menjadi Ketua BPS GT. Diantara sekian nama, Pdt I.Y Panggalo, Pdt. Lidya K Tandirerung, dan Pdt. Sulaiman Manguling.

Menurut jadwal, pemilihan Pengurus BPS GT, periode 2016-2021, akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Juli 2016. Namun topik soal para calon pengurus BPS GT sudah dimulai dibicarakan para peserta SSA, sejak Sabtu, 23 Juli, meski baru sebatas bisik-bisik.  (art/htp)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 Komentar

  1. Memang harus pernah menjadi pengurus klasis dulu karena kalua langsung tudak akan secepat memahami kondisi wilayah dan regional. Juga dengan blm pernah bertugas dipedesaan yg nota bene mayoritas jemaat Gereja Toraja. Mungkin lebih cocok masuk dulu ke katua bidang apa dulu ketum tunggu waktu dulu.

    1. Betul sekali….pak Pdt Alfred harus jg memahami & merasakan kondisi dijemaat pedesaan…klu tdk salah beliau dr tahun 1999 proponen dijemaat bulak kapal bekasi sampai sekarang bertugas di jabotabek, istilahnya klu jabatan ….walikota…gubernur baru deh presiden…pasti akan top…sabar pak Pdt masih ada periode berikut lagian masih muda…semoga SSA sukses memilih sesuai hati nurani…

    2. Iya betul
      Walau sdh pernah memimpin jemaat di desa tapi itu di kota besar tdk sama di desa terpencil, jd blmm merasakan suka dukanya didesa, apalagi jemaat yg kecil yg biar bayar gaji pendeta tdk mampu,
      Hidup di desa itu susah, jauh dari transportasi, terkadang mknpun tak cukup, jd mending Pdt Alfret melanglang buana dulu ke desa,
      Tapi dia terpilih ketua 1 juga tdk sepenuhnya murni bg saya knapa banyak faktor yg org lihat, dari mana ya kluarga yg membesarkan beliau itu juga yg diperhitungkn org .

  2. Kalau mau ada perubahan maka kita harus berani mengambil keputusan dengan segala resiko yang ada. Kalau pribadi saya berikan kesempatan kepada yang lebih segar dan enerjik.

  3. Klu sy pak pdt alfret juga besar di desa (rantepao red*) semasa kecil beliu banyak bergaul dengan semua golongan sy sempat melihat beliau semasa kecil memperlihatkan sifat dari keluargax santun, peduli,ramah dengan pembawaan yang kalem. Menurut sy di toraja beberapa t4 hanya tinggal namax sj yang desa tapi masyarakatnya sdh pada maju dengan era sekarang dgn tek informasi gak ada lagi yg deso. Jadi saatx GT dinahkodai oleh orang yang muda energik, pinter,moderen nd tidak kalah penting keren ha..ha.. lihat Tuhan Yesu kren kan? JBU All sukses semua amin

  4. Justru karena pengalaman diluar sangat banyak dan Ide-ide dari Pak Alfred sangat dibutuhkan Untuk mereformasi hal-hal yang selama ini yang kita anggap kurang berjalan dengan baik dan saya yakin pak Alfred bisa membaya gereja Toraja ke arah yang lebih baik sesuai dengan perkembangan Jaman sekarang.. Intinya waktunya yagn mudah berkarya..

  5. Kalo boleh jujur, berita macam apa ini? Berasa kayak menggiring opini publik.
    Adanya istilah “ungkap seorang peserta SSA, yang tidak mau ditulis namanya” menunjukkan adanya pelemparan pendapat yang tidak mau bertanggungjawab dan tidak jelas asal muasalnya. Bgmn kalo yg ngmng itu salah1 bocah SMGT yg masih kelas 1 yg memang gk mau disebutkan namanya? Scr kaidah jurnalistik, ya agak memaalukan aja kualitas beritanya

    Di sisi lain, ya memang wajar klu dalam ORGANISASI ada dinamika. Cm masalahnya kalo dalam lembaga gerejawi kayak gini, itu kayak segala yg ada di PL sudah digenapkan oleh Yesus, trus kita bikin ribet lagi dan menyusahkan sendiri lg. Memang organisasi gereja perlu dibahas, tp kalo pembahasannya kayak gini, berasa kayak perebutan jabatan lbh penting dibandingkan memenangkan jiwa2, merebut jiwa2 dari kegelapan penyembahan kpd berhala2 kpd Kristus. Ituloh, yang terakhir smpet rame merayakan 100th injil masuk Toraja 🙁

    Di luar sana msh byk yg blm kenal Kristus, bahkan di Toraja sendiri. Sedih aja kalo melihat ini, nanti apa kata org yg mau cari Tuhan di gereja?

    Saya sendiri kadang mendapatkan ada bbrp teman yg sbnrnya dia sgt rindu mencari kebenaran, cuma kadang dia kecewa dng gerejanya yg menghadapi konflik. Mungkin kalo ditanyain ke gerejanya, bisa saja ‘pelayan2’ di sana bilang “ini kan dinamika organisasi”. Tapi tolong buka mata, bahwa gara2 dalih konyol itu, ada 1 jiwa yang akhirnya ragu akan Kristus.

  6. Sangat disayangkan persidangan gerejawi ahir2 ini sdh tdk ada bedanya dgn sidang anggota Dewan.hrsya slalu bercermin kepada Alkitab ttp nyatanya patokannya adalah kepentingan

    1. Masih adakah hati nurani dari para Pendeta kita di Gereja Toraja ???? Masih adakah suara kenabian yang diperdengarkan oleh para Pdt kita ini ???? Sudah banyak jemaat yang mengeluhkan pelayanan dari pdt kita di gereja Toraja (silahkan di survey).
      Sama dikatakan oleh Saudara kita Paulus UBL bahwa sudah banyak pelayanan didasarkan atas kepentingan, namun para Pdt seolah-olah menutup telinga dari pergumulan yg ada di Jemaat-Jemaat.

  7. semoga dpt membawa Gereja Toraja lebuh baik kedepannya. amin.

    maaf admin sekedar masukan. itu yg diatas ada 1 nama yg salah. yg benar adalah Lewi Randan, dan bukan Lewi Randen. kurre.

  8. Tidak penting pelayanan di mana yg penting kan iman dan kasih dalam membangun gereja.memang dari diskusi yg saya dengar di beberapa tempat banyak ygengeluhkan kinerja para majelis gereja.bahkan ada beberapa yg sudah pindah ke gereja lain.juga ada yg bertahan pd gereja toraja karna alasan tradisi semata jadi mohon ini jadi perenungan bagi bps.

  9. Jangan sampai bps gereja toraja nantinya akan seperti hkbp, yg terjadi adalah kepentingan kelompok dan kepentingan basins yg diutamakan bukan lagi pelayanan iman rohani yg diutamakan. Mohon gereja toraja sadarlah dan kembaliah kepada pelayanan sesuai dengan ajaran YESUS KRISTUS. Utamakanlah pelayanan yg berkualitas bukan dengan cara mencari penempatan di mana jemaatnya adalah tempat basah.