Paskibraka Berkubang Lumpur di Lapangan Bakti Rantepao

  • Whatsapp
Pasukan pengibar bendera pusaka berjibaku dengan lumpur untuk menunaikan tugas mereka

KAREBA TORAYA — Ketika direvitalisasi tahun lalu, salah satu tujuan utamanya adalah agar Lapangan Bakti Rantepao tidak digenangi air dan berlumpur pada musim hujan. Itu sebabnya, pemerintah menggelontorkan duit milyaran rupiah untuk memperbaiki lapangan ini.

lumpur 1

Namun, lagi-lagi kejadian tahun-tahun sebelumnya terulang kembali pada upacara penurunan bendera pusaka di lapangan itu, Rabu petang, 17 Agustus 2016. Meski hujan hanya turun sebentar, lapangan itu digenangi air. Akibatnya, pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang bertugas untuk menurunkan bendera harus berkubang dengan lumpur. Sepatu, celana, maupun rok para pengibar bendera pun berubah warna menjadi coklat akibat lumpur.

Meski berkubang lumpur, namun pasukan pengibar bendera pusaka ini tidak patah semangat. Mereka tetap bisa menunaikan tugasnya dengan baik hingga selesai upacara. Kondisi ini mestinya menjadi perhatian besar pemerintah kabupaten Toraja Utara. (htp/art)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Harusnya memang ada lapangan khusus untuk kegiatan upacara atau apel gabungan yg permanen.diaspal.paping blok.beton.ini bisa jadi multi fungsi.bisa untuk basket.bulu tangkis.tennis dan bisa jg buat parkiran kendaraan plat merah biar tdk berkeliaran.