Panorama Alam Menakjubkan dari Puncak Buntu Batu Silaga di Rembon

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, REMBON — Pesona alam di wilayah barat Toraja seolah tidak pernah ada habisnya. Salah satunya adalah puncak Buntu Batu Silaga di Lembang To’pao, Kecamatan Rembon, Tana Toraja ini.

Dari puncak Buntu Batu Silaga, pengunjung dapat menikmati bentangan alam yang begitu lapang dan indah, dari wilayah Bonggakaradeng, Rano, Makale Selatan, Gandangbatu Sillanan, Makale, Rembon, dan sebagian wilayah Toraja Utara.

Bacaan Lainnya

Bentangan Alam yang hampir bisa dinikmati sepanjang 360 derajat ini dipercantik dengan aliran Sungai Sa’dan yang membelah dua wilayah di Tana Toraja.

Baca Juga  1,6 Ton Ikan Kering Berformalin yang Disita di Pasar Makale Dimusnahkan

Objek Wisata Buntu Batu Silaga pertama kali diperkenalkan mahasiswa KKN UKI Toraja tahun 2019 dari Posko Lembang To’Pao Kecamatan Rembon.

Mahasiswa KKN UKI Toraja menulis cerita tentang asal usul nama Buntu Batu Silaga sekaligus mengeksplorer potensi wisata panorama alam dari puncak Buntu Batu Silaga.

Kepada karebatoraja.com, salah seorang warga Rembon bernama Idha Andala juga menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Buntu Batu Silaga. Idha Andala mengaku kagum dengan suguhan pemandangan alam dari atas Puncak Buntu Batu Silaga yang sungguh luar biasa indahnya.

“Di atas puncak gunung ini kita bisa melihat sebagian gunung Ollon di Bonggakaradeng dan kita juga bisa melihat proyek perusahaan PLTA Malea,” ungkap Idha.

Baca Juga  Pengamen Jalanan Sudah Mulai Marak di Makale

Buntu Batu Silaga ini adalah sisi seberang dari Tondok Lemo atau bisa juga dikatakan berhadapan dengan wisata Tondok Lemo di Lembang Bo’ne Buntu Sisong Makale Selatan.

Meski sama-masa menyajikan Panorama Alam yang Indah, Tondok Lemo punya kelebihan dari sisih Wisata Kopi, maka Buntu Batu Silaga juga punya kelebihan dari cerita rakyat asal usul nama Buntu Batu Silaga.

Menurut Cerita, masyarakat Lembang To’pao percaya bahwa Buntu Batu Silaga tersebut menyerupai Tedong Silaga (kerbau yang diadu) sehingga masyarakat setempat menyebut tempat ini dengan nama “Buntu Batu Silaga”. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Foto: dok. istimewah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *