PAD Baru Capai 44 Persen, Pjs Toraja Utara Minta OPD Lakukan Inovasi

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi masyarakat, yang kemudian berdampak pada rendahnya pendapatan asli daerah di Kabupaten Toraja Utara. Hingga Triwulan III tahun 2020, capaian PAD baru mencapai angka 44 persen.

Target pendapatan asli daerah (PAD) yang dibebankan APBD Kabupaten Toraja Utara tahun 2020 kepada pemerintah sebesar Rp 59,5 miliar.

Bacaan Lainnya

Rendahnya penerimaan dari sektor PAD ini mendapat perhatian serius dari Penjabat sementara (Pjs) Bupati Toraja Utara, Amson Padolo. Saat memimpin Rapat Evaluasi PAD Triwulan III Tahun 2020 yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Toraja Utara di Kompleks Perkantoran Dinas Pemkab Toraja Utara, Marante, Selasa, 6 Oktober 2020, Amson meminta seluruh Kepala OPD agar memberi perhatian serius terhadap estimasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di triwulan ke III yang dilaporkan belum mencapai 50 persen.

Baca Juga  Apresiasi Debat Capres Pertama, Ketua TKD Toraja Utara Makin Yakin Jokowi-Ma’ruf Menang

“Berdasarkan data yang ada, capaian PAD kita di Toraja Utara masih jauh dari harapan kita semua,” sesal Amson Padolo.

Kepala Dinas Infokom Provinsi Sulawesi Selatan ini mengakui pandemi Covid-19 disadari menjadi faktor yang paling mempengaruhi rendahnya penerimaan PAD pada pos penerimaan retribusi, pajak, dan sektor jasa lainnya. Imbas pandemi Covid-19 pada kinerja penerimaan PAD ini tidak hanya dialami oleh Pemkab Toraja Utara saja namun juga oleh seluruh Pemda di Indonesia.

Meski begitu, Amson tetap mendorong para Kepala OPD agar segera menyusun strategi intensifikasi yang tepat dan inovatif sesuai dengan regulasi serta kondisi masyarakat sebagai langkah antisipasi untuk mereduksi dampak pandemi pada PAD di masa mendatang.

Baca Juga  Pemilu Legislatif Selesai, Pilkada Mulai Menghangat

“Saya berharap ini menjadi perhatian kita bersama bahwa bagaimana inovasi kita ke depan untuk meningkatkan PAD ini di masa pandemi Covid-19,” kata Amson.

Sebelumnya, Kepala Bapenda Alexander Limbong Tiku melaporkan jika persentase estimasi penerimaan PAD Toraja Utara pada akhir triwulan III tahun 2020 baru mencapai 44%. Sehingga dibutuhkan masukan positif dari semua penanggung jawab PAD terkait solusi efektif meningkatkan penerimaan PAD Toraja Utara di masa pandemi.

“Karena itu diharapkan dalam pertemuan ini agar pengelola PAD serta Camat agar memberikan masukan-masukan atau inovasi untuk bgmna meningkatkan PAD sesuai target kita kedepannya,” kata Alexander.

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Toraja Utara Roni Rede Bare, Prof. Sampe Paembonan selaku Konsultan PAD, para Asisten Setda, dan para Kepala OPD Pengelola PAD, serta para Camat. (*)

Baca Juga  Husler: Terima Kasih Sinode Gereja Toraja

Penulis: Desianti/MS/AR
Foto: Pjs. Bupati Toraja Utara, Amson Padolo memimpin rapat evaluasi capaian PAD triwulan III. (Dok. Diskominfo Toraja Utara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *