OPINI: Refleksi di Tengah Kecemasan

  • Whatsapp

BETAPA Corona benar-benar berhasil membuat tak sedikit dari kita cemas. Semua aktivitas mendadak lumpuh dan diam di tempat karena tangan, kaki dan kepala orang-orang yang melakoninya memilih diam di rumah. Dampaknya tentu negatif bagi perubahan tatanan kehidupan hampir dari segala aspek karena kita semua ketakutan dan menghindari status positif corona. Anak Sekolah tak ke Sekolah dan orang tuanya tak berangkat kerja. Rumah adalah pilihan satu-satunya sebagai wadah mencari segalanya. Ilmu, nafkah bahkan menyambah Tuhan yang kita sembah pun semuanya dari rumah. Secara substansi baik adanya tetapi faktanya kecemasan kita bertambah. Besok masak apa, sabun cuci hampir habis, isi kantong semakin menipis adalah lamunan keresahan yang mulai banyak mengganggu pikiran ibu-ibu rumah tangga.

“Dunia berduka” sebuah lagu rohani yang mendadak terdengar di banyak tempat dimana sekelompok orang-orang sedang merenung berkumpul. Lalu di dunia maya muncul banyak lelucon, “Corona Negatif, istri positif” adalah satu dari sekian banyak guyonan di media social yang kadang memaksa kita untuk tersenyum di tengah pandemi. Kedua kalimat tersebut adalah cerminan situasi kita saat ini. Karena corona banyak yang perpaling kembali kepada kesadaran yang telah menjauh dan karena corona pula banyak diantara kita yang harus tampil laksana seorang komedian yang sedang melucu diatas panggung. Tentu ini bukanlah kalimat yang tak senonoh melainkan sebuah alternatif untuk tetap bisa saling berbagi senyuman meski tangan tak dapat merangkul untuk saling menguatkan.

Baca Juga  PT Vale Sumbang 5000 Rapid Test Kid untuk Gugus Tugas Covid-19 Toraja Utara

Bacaan Lainnya

Meski banyak manusia dalam kecemasan dan harus mengkarantina diri, masih ada satu profesi yang waktu bekerjanya harus bertambah, mereka adalah para medis, pejuang kemanusiaan yang harus tampil di barisan terdepan melawan dan memutus penyebaran virus yang mematikan ini. Foto-foto meraka banyak menyapa kita dalam kebisuan di dunia maya katanya “kalian di rumah aja, biar kami yang bekerja”. Pesan yang sangat menyentuh hati setiap insan yang mengerti dan hanya sekedar sampah bagi orang-orang sombong keras kepala dan tak mengindahkan anjuran pemerintah. Terima kasih para pejuang kemanusiaan, mulia baktimu.

Di tempat yang lain, masih ada yang berbisik katanya ini adalah permainan para elite. Sumpah, otak tumpulku semakin tumpul dengan bisikan itu (semoga setelah pandemi ini bisa dicerahkan lagi), untung hanya berbisik berani keras sedikit saja, bisa jadi para preman yang dulunya selalu tampil gagah tanpa baju dengan lukisan tato di badan yang selalu nongkrong di ujung lorong datang dan memberinya salam tinju dan sepakan tanpa sandal. Untung mereka juga sedang ketakutan, mereka sedang ikut berdiam di rumah dan rajin minum susu sekarang, katanya untuk kesehatan. Positif tinking sajalah, ini ujian. Mawas diri saja.

Baca Juga  Cegah Corona, Pemerintah dan Warga Saluallo Tutup Sementara Pasar Sangalla’

Karena corona pula, pola hidup sehat pun mendadak familier. Kita akhirnya banyak menjumpai anjuran untuk mengindahkan kebersihan di tempat-tempat umum, sampai-sampai seorang teman rajin ke ATM di depan rumah bukan karena uangnya banyak tetapi di dekat pintu masuk ATM ada fasilitas cuci tangan yang lengkap. Maklum di rumah air tidak mengalir.

Saya kemudian memikirkan lebih mendalam tentang anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan. Pengertian secara fisiknya adalah rajin cuci tangan pakai sabun, namun saya mencoba melihatnya dari kaca mata yang lain meski hanya bersifat terkahan. Jangan-jangan ini adalah jalan yang dipilih Tuhan untuk menegur umat-Nya yang semakin banyak gemar bermain kotor-kotoran. Jangan sampai semakin bayak diantara kita yang secara fisiknya bersih tetapi hati, pikiran dan tindakannya di jalur yang berbeda. Semoga yang terdetak dalam hati saya dan yang terlintas dalam pikiran saya hanya sebuah ilusi. Bahwa mereka yang ibadahnya taat dan yang suka menyebut-nyebut nama Tuhan benar-benar bersih tak seperti tuyul tak kelihatan tetapi nakal.

Baca Juga  6 Warga Positif Corona, Wilayah RT Paku, Kelurahan Kampen, Makale, Diisolasi

Entahlah…

Tulisan ini hanya sekedar ekspresi pikiran seorang yang sadar benar dirinya sedang dalam kecemasan.Dari Kantor ROMS PAMSIMAS III kabupaten Kaimana, Papua Barat. Saya mengajak bagi yang kebetulan dan secara tidak sengaja membaca coretan ini, mari bersama melawan dan memutus penyebaran Virus Corona. Terapkan Pola Hidup bersih dan sehat, semoga kita semua senantiasa dikarunia kesehatan dalam menjalankan segala tugas dan tanggung jawab kita.

Hampir lupa, PAMSIMAS sejak tahun 2008 selain menjadi program andalan pemerintah dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat perdesaan dan pinggiran kota, program PAMSIMAS juga melakukan usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan terutama kesehatan masyarakat, karena PAMSIMAS adalah program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Karena itu, dukung terus Program PAMSIMAS agar masyarakat dapat menikmati air bersih yang layak dan terus mengajak masyarkat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sumber air so dekat..

Lonardus Maraya — DFMA PAMSIAMAS Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *