OPINI: Pencemaran Sungai di Toraja Utara

  • Whatsapp

Oleh: Geraldine Apriceline Ma’dika*

Air merupakan kebutuhan makhluk hidup yang paling utama, dan biasanya dapat kita peroleh dari sungai, danau, waduk dan sebagainya. Sungai Sa’dan adalah salah satu penyedia sumber air terbesar sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat di Toraja. Selain digunakan untuk sumber air baku PDAM Toraja Utara, air yang berasal dari sungai tersebut digunakan untuk irigasi dan pembangkit listrik di Toraja Utara. Tetapi apakah kualitas air di sungai Sa’dan masih dapat dikategorikan baik dan dapat dikonsumsi masyarakat?

Pencemaran air merupakan masalah penting yang marak terjadi belakangan ini, tidak terkecuali Sungai Sa’dan. Sungai Sa’dan yang dulunya memiliki warna yang jernih, kini menjadi keruh. Masih ada juga masyarakat yang membuang sampah di badan air sungai sehingga menimbulkan berbagai masalah seperti adanya bau yang tidak sedap dari air sungai, ribuan ekor ikan yang mati dan air sungai tercemar bakteri berbahaya sehingga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Geraldine Apriceline Ma’dika

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran yang terjadi, salah satunya yaitu dengan cara monitoring kualitas lingkungan. Dengan dilakukannya monitoring, diharapkan dapat diketahui kualitas dan kuantitas dari sungai tersebut, sehingga dapat diketahui cara penanganan yang terbaik untuk mengatasi permasalahan di sungai itu sendiri.

Selain upaya monitoring, dapat dilakukan beberapa strategi alternatif untuk mencegah pencemaran lebih lanjut, salah satunya yaitu pemerintahan Kabupaten Toraja Utara dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas air sungai.

Selain itu pemerintah perlu meningkatkan pengawasan secara rutin dan berkelanjutan. Masyarakat Toraja juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran diri dalam  menjaga kualitas lingkungan karena lingkungan yang baik dapat membawa dampak yang baik juga bagi kehidupan sehari-hari. (***)

*Geraldine Apriceline Ma’dika adalah Mahasiswi Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. (Foto Utama: dok. Facebook: Talita Raya Sinampe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *