OPINI: Ibu Kota Negara Baru yang Ideal dari Sudut Pandang Smart City

  • Whatsapp
Oleh : Den Suryadi Salama*

Dalam suatu negara ibukota memegang peranan yang sangat strategis. Karena ibukota dalam suatu negara bisa bersifat multifungsi  yaitu berfungsi sebagai pusat politik dan pemerintahan, pusat kegiatan bisnis dan ekonomi, serta pusat segala yang mencirikan karakter secara menyeluruh dari sebuah negara. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa gambaran sebuah negara dapat dilihat dari bagaimana gambaran ibukotanya.

Negara Republik Indonesia memiliki sebuah ibukota yang termasuk salah satu dari sekian banyak megacity di dunia yang bernama Jakarta. Peran Jakarta sebagai ibukota dalam dinamika yang terjadi di Indonesia sangat sentral. Bahwa Jakarta yang selain berfungsi sebagai pusat pemerintahan, juga merupakan pusat bisnis yang menggerakkan perekonomian di Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong menuju Jakarta, baik dari kalangan terdidik yang memiliki keterampilan khusus dan siap kerja, maupun tidak memiliki persiapan untuk mengadu nasib ke Jakarta.Menjadi faktor penyebab Jakarta menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia yang kemudian memunculkan banyak masalah yang berakibat sistemik pada aspek-aspek yang lain seperti degradasi lingkungan, kemacetan, kejahatan dan tindak kriminal, bahkan korupsi yang merajalela di ranah pemerintahan juga diduga akibat letak Jakarta sebagai pusat pusat perekonomian.

Itulah yang menjadi alasan-alasan dilontarkannya wacana untuk memindahkan Ibukota Negara. Dengan pemindahan ibukota negara ini dianggap menjadi solusi yang tentunya akan berdampak strategis terhadap perbaikan kualitas kehidupan bangsa.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana deskripsi Ibu Kota Negara (IKN) baru yang ideal dari sudut pandang Smart City?

Ibu Kota Negara Baru, konsep ini diharapkan bisa terwujud dengan konsep Smart City (Kota Cerdas), atau Digital City. Inti Kota Cerdas ini menggunakan teknologi informasi untuk menjalankan roda kehidupan kita yang lebih efisien. Menurut versi IBM, Kota Cerdas adalah sebuah kota yang instrumennya saling berhubungan dan berfungsi cerdas yang membantu masyarakat yang berada di dalamnya dengan mengelola sumber yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan  kegiatannya ataupun mengantsipasi kejadian diluar dugaan sebelumnya.

Deskripsi Ibu Kota Negara Baru sebagai Smart City dapat dilihat dari berbagai definisi sebagai berikut :

  • Smart City adalah kota yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, berbagi informasi dengan publik, dan meningkatkan kualitas layanan pemerintah dan kesejahteraan warga negara.
  • Kota Cerdas (smart city) didefinisikan juga sebagai kota yang mampu menggunakan SDM, modal sosial, dan infrastruktur telekomunikasi modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi, dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat (Caragliu,A ., dkk dalam Schaffers,2010:3).

Dapat disimpulkan bahwa konsep Kota Cerdas (smart city) pada umumnya meliputi:

  1. Sebuah kota berkinerja baik dengan berpandangan ke dalam ekonomi, penduduk, pemerintahan, mobilitas, dan lingkungan hidup.
  2. Sebuah kota yang mengontrol dan mengintegrasi semua infrastruktur.
  3. Kota Cerdas (smart city) dapat menghubungkan infrastuktur fisik, infrastruktur IT, infrastruktur sosial, dan infrastruktur bisnis untuk meningkatkan kecerdasan kota.
  4. Kota Cerdas (smart city) membuat kota lebih efisien dan layak huni.
  5. Penggunaan smart computing untuk membuat Kota Cerdas (smart city) dan fasilitasnya saling berhubungan dan efisien.

Konsep di atas akan teraplikasi pada 6 dimensi, yaitu Smart Government, Smart Economy, Smart Live, Smart Living, Smart People, dan Smart Mobility.

  1. Bagaimana ilustrasi kehidupan sehari-hari di IKN Baru tersebut?

Ketika menyebut tentang smart city, pastilah yang muncul di benak adalah hal-hal yang bersifat modern, tertata, menyenangkan, dan sebagainya. Pada kenyataannya, hal itulah yang memang tujuan penerapan smart city.  Sebagai sebuah kota modern namun juga artistic,banyak taman yang bukan sekadar taman, masing-masing bertema sehingga peruntukannya pun beragam. Selain itu, ada ruang kontrol terpusat yang bisa mengamati kondisi di setiap lokasi, sehingga apabila ada masalah penanganannya bisa tanggap. Serta masih banyak lagi dampak positif yang hadir, sebagai berikut :

  1. Infrastruktur yang lebih baik
  2. Semakin banyak kebutuhan tenaga ahli
  3. Publik tahu kinerja pemerintahan
  4. Meningkatnya produktivitas dan pelayanan pemerintah
  5. Efisien dalam pengelolaan pemerintahan dan aset daerah
  6. Meningkatkan kualitas hidup warga
  7. Partisipasi masyarakat aktif dan makin kritis dengan kinerja pemerintah

Dapat disimpulkan bahwa konsep Kota Cerdas (smart city) pada umumnya meliputi:

  1. Sebuah kota berkinerja baik dengan berpandangan ke dalam ekonomi, penduduk, pemerintahan, mobilitas, dan lingkungan hidup.
  2. Sebuah kota yang mengontrol dan mengintegrasi semua infrastruktur.
  3. Kota Cerdas (smart city) dapat menghubungkan infrastuktur fisik, infrastruktur IT, infrastruktur sosial, dan infrastruktur bisnis untuk meningkatkan kecerdasan kota.
  4. Kota Cerdas (smart city) membuat kota lebih efisien dan layak huni.
  5. Penggunaan smart computing untuk membuat Kota Cerdas (smart city) dan fasilitasnya saling berhubungan dan efisien.

 

* Den Suryadi SalamaMahasiswa Pascasarjana STIA LAN Makassar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *