Objek Wisata Rohani Baru di Sangalla Ini Belum Terbuka untuk Umum

  • Whatsapp
Objek wisata rohani Sa'pak Bayo-Bayo, Sangalla. (foto: Paul T.)

KAREBA TORAYA — Objek wisata rohani baru, berupa tempat ziarah Keluarga Kudus Nazareth, yang terletak di  Lampio, Lembang (Desa) Saluallo, kecamatan Sangalla, Tana Toraja, masih tertutup untuk umum.

“Memang belum dibuka untuk umum, baru sebatas kegiatan keagamaan saja,” ujar Ketua Panitia Pembangunan Pusat Ziarah Keluarga Kudus Nazareth dan Wisata Rohani Khas Budaya Toraja, Cosmas Sampe Birana, kepada Karebatoraja.com, Senin, 10 Oktober 2016.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Masih Banyak Korban Gempa Lombok di Pengungsian, Pemkab Tana Toraja Salurkan Bantuan

Cosmas menjelaskan, tempat ziarah Keluarga Kudus Nazareth, Sa’pak Bayo-Bayo, memang didesain sebagai pusat ziarah dan wisata rohani khas budaya Toraja. Namun, karena pada saat ini panitia sedang melaksanakan pembangunan dan pembenahan terhadap berbagai fasilitas pendukung, sehingga objek ini masih tertutup untuk pengunjung.

“Pembangunan masih terus dilaksanakan. Kita juga sedang benahi sarana pendukung, sehingg kalau ada pengunjung, hal itu bisa mengganggu proses pembangunan yang sedang berlangsung,” jelas Cosmas.

Dia mengatakan, jika proses pembangunan sudah selesai, demikian pula dengan berbagai sarana penunjangnya, maka objek ini akan dibuka untuk umum. “Nanti panitia akan mengumumkan secara resmi kapan objek ini dibuka untuk wisatawan umum,” katanya.

Baca Juga  VIDEO: Antisipasi Tindakan Terorisme, Ini Himbauan Bupati Tana Toraja

Panitia, kata Cosmas, juga masih mengupayakan penataan situs-situs budaya dan benda-benda purbakala yang ada di dalam kawasan objek wisata rohani Sa’pak Bayo-Bayo. Penataan ini dilakukan agar situs dan benda-benda purbakala yang ada bisa terlindungi dan terjaga dengan baik.

Pantauan Karebatoraja.com, Sabtu, 8 Oktober 2016, objek wisata yang letaknya sangat dekat dengan jalan poros Makale-Sangalla ini, memang masih dalam proses penataan dan pembangunan. Rute-rute jalan salib sedang diperbaiki. Demikian pula dengan pelataran tempat ibadah bagi pengunjung. Saat memantau lokasi ini, tim redaksi karebatoraja.com didampingi Pastor Paroki Sangalla, Pastor Bartho Tandipau.

Kawasan objek wisata Sa’pan Bayo-Bayo ini memang unik dan masih alami. Disebut unik karena di dalam kawasan ini masih terlihat situs budaya berupa tempat pemujaan penganut agama suku. Banyak gua alam dan kuburan tua di dalam lokasi ini. Demikian pula dengan tengkorak manusia, yang ada di beberapa gua dalam lokasi itu.

Baca Juga  FOTO: Longsor, Jalan Poros Rantebua Nyaris Ambruk

Objek ini memang harus ditata dulu sebaik mungkin sebelum dibuka untuk umum. Sebab, jika kondisinya masih seperti sekarang, dikhawatirkan situs-situs itu bisa dirusak oleh pengunjung yang usil. (tim karebatoraja.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *