New Normal, Pemkab Toraja Utara Akan Buka Kembali Objek Wisata

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Setelah ditetapkan sebagai zona hijau dan diperkenankan memberlakukan kenormalan baru (new normal), pemerintah Kabupaten Toraja Utara mulai membuka kembali aktivitas keagamaan, ekonomi, maupun pariwisata.

Menurut rencana, pada tahap pertama, pemerintah akan membuka enam objek wisata dengan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Keenam objek wisata itu, yakni Ke’te Kesu’, Londa, Kalimbuang Bori, Lolai Lempe, Pallawa, dan To’Tombi.

Bacaan Lainnya

Hal ini terungkap dalam rapat sosialisasi sekaligus kesiapan penerapan new normal di objek wisata antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara dengan pelaku usaha pengelola objek wisata, hotel dan restorant, rumah makan, serta komunitas pariwisata, yang berlangsung di Museum Pongtiku, Rabu, 10 Juni 2020.

Baca Juga  Ban Motor Mendadak Pecah, Mahasiswi UKI Toraja Ini Meninggal Dunia

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Yorry Lesawengen mengatakan pemerintah Kabupaten Toraja Utara akan melakukan pembukaan beberapa tempat objek wisata secara terbatas dan bertahap dengan memenuhi kewajiban serta penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Ada enam objek wisata yang akan kita buka pertama, yakni Ke’te Kesu’, Londa, Kalimbuang Bori, Lolai Lempe, Pallawa’, dan To’Tombi. Keenam objek wisata ini telah direkomendasikan oleh Pemkab yang menyatakan siap dan wajib memenuhi penerapan protokol kesehatan,” terang Yorry.

Yorry menegaskan, bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke enam objek wisata tersebut, harus siap memenuhi semua protokol kesehatan. “Wisatawan wajib mengikuti protokol kesehatan, prosedur disinfeksi kendaraan dan barang bawaan pada saat memasuki area objek dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh serta mencuci tangan dengan sabun, mengunakan masker, menjaga jarak, dan sebagainya,” Yorry mengingatkan.

Baca Juga  Jaga Kepercayaan, PT Hadji Kalla Toraja Gelar Customer Gathering

Menurut, Yorry, sebelum membuka objek wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan melakukan inspeksi ke lapangan, untuk melihat langsung kediapan pengelola objek wisata. Kemudian hasil pemeriksaan itu akan direkomendasi ke Satgas Covid-19 Toraja Utara.

“Keputusan soal kapan mulai dibuka dan layak atau tidaknya objek wisata itu dibuka, merupakan kewenangan Satgas Covid-19, Bupati, dan Forkopimda. Karena penutupan objek wisata itu hari berdasarkan maklumat Forkopimda, jadi dibuka juga demikian. Tugas kami adalah melakukan sosialisasi dan persiapan,” terang Yorry.

Hasil rapat sosialisasi dan pengamatan lapangan akan menjadi dasar bagi Disbudpar untuk merekomendasikan objek wisata mana yang akan dibuka kepada Satgas Covid-19 Toraja Utara.

“Kami sementara mempertimbangkan, berdasarkan masukan dari berbagai pihak, mungkin kita akan buka secara bertahap. Pertama mungkin dibuka untuk wisatawan lokal Toraja Utara saja. Karena secara nasional pembukaan objek wisata itu tidak boleh serentak. Kita juga akan melihat perkembangan Covid-19 di daerah tetangga. Nanti kalau kecenderungannya menurun, baru kita buka juga untuk kabupaten tetangga dan kabupaten lain,” urai Yorry.

Baca Juga  Pengelola Tutup Sementara Objek Wisata Negeri di Atas Awan Tongkonan Lempe

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Toraja Utara, Anugerah Yaya Rundupadang, mengatakan sebelum objek wisata dibuka akan dilakukan kajian dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan, baik kepada pengelola maupun pengunjung.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Satgas Covid-19, kata Yaya, akan melakukan rapat untuk memutuskan objek wisata mana saja yang akan dibuka pada tahap pertama.

“Sekarang kita di Toraja Utara sedang melakukan langkah dan tahapan penerapan new normal. Rumah ibadah sudah kita buka, begitupul dengan fasilitas ekonomi, seperti pasar, toko, dan minimarket. Tahapan selanjutnya adalah membuka kembali objek wisata,” ujar Yaya. (*)

Penulis: Desianti
Foto: dok. istimewah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *