New Normal Pariwisata, Kemenpar dan DPR RI Luncurkan Gerakan BISA di Ke’te Kesu’

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, KESU’ — Pariwisata adalah sektor yang paling terimbas dampak pandemi virus Corona. Sudah beberapa bulan, objek-objek wisata ditutup dan tak bisa dikunjungi wisatawan.

Namun saat ini, perlahan-lahan, industri yang menjadi penyumbang devisa terbesar kedua itu, mulai menggeliat kembali, meski dengan aturan dan protokol kesehatan yang ketat di tengah kenormalan baru (new normal). Khusus di Kabupaten Toraja Utara, objek-objek wisata mulai dibuka kembali. Pengunjung dan wisatawan pun mulai berdatangan meski dengan jumlah yang masih terbatas.

Bacaan Lainnya

Menyambut new normal pariwisata ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Komisi X DPR RI sebagai mitra kerjanya meluncurkan gerakan BISA (bersih, indah, sehat, dan aman).

Untuk Kabupaten Toraja Utara, gerakan BISA ini diluncurkan di objek wisata Ke’te Kesu’, Kecamatan Kesu’, Sabtu, 19 September 2020. Anggota Komisi X DPR RI, Eva Stevany Rataba bersama pejabat Kemenparekraf membuka gerakan BISA ini.

Gerakan BISA merupakan sebuah upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata yang saat ini terdampak Covid-19. Hal ini untuk mengantisipasi kondisi tatanan kehidupan baru sesuai prinsip higienis dan sanitasi yang baik.

“Gerakan BISA merupakan program semacam padat karya yang mengikutsertakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan destinasi pariwisata. Sehingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya siap memasuki masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Agus Suprihastono, pejabat Kemenparekraf.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Eva Stevany Rataba, mengatakan tak bisa dipungkiri bahwa industri pariwisata penyumbang devisa kedua bagi perekonomian nasional. Pariwisata juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di berbagai lini.

Namun, karena Covid-19, dunia pariwisata menjadi lesu dan sepi. Banyak objek wisata ditutup. Restoran dan hotel ditutup. Dan yang lebih parah, banyak tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang menderita dan merasakan dampak pandemi Covid-19.

“Namun kita semua berharapagar pandemi ini segera berakhir agar sektor pariwisata dapat pulih seperti sediakala, dan kita harus optimis berhasil melalui masa sulit ini. Karenanya, industry pariwisata harus bangkit kembali dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Eva.

Politisi Partai Nasdem melanjutkan, tak ada yang mengetahui kapan pandemi akan berakhir. Meski begitu, ini bukan berarti kita hanya berdiam diri.

“Perekonomian harus terus berjalan, namun harus menerapkan protokol kesehatan, sehingga dapat tetap produktif dan aman. Penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menjadi kebiasaan baru agar kita dapat saling menjaga, sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah,” katanya.

Sebagai wakil rakyat dari Toraja, istri Wakil Bupati Toraja Utara ini menegaskan dirinya akan berupaya dengan segala cara, bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menjadi mitra kerjanya di Komisi X, agar industri pariwisata Toraja bisa bangkit kembali.

“Tentu saya tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi agar kita sama-sama membangkitkan kembali industri pariwisata kita,” tegas Eva.

Peluncuran Gerakan BISA di objek wisata Ke’te Kesu’ ini dihadiri Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, perwakilan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Sulsel, Bruno S. Rantetana, Sekretaris Dinas Pariwisata Toraja Utara, Yamarlin Mangiri, dan ratusan remaja, mahasiswa, dan pemuda, yang menjadi agen gerakan BISA. (*)

Penulis: Arthur
Foto: Pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama anggota DPR RI, Eva Stevany Rataba, menyerahkan peralatan yang digunakan dalam Gerakan BISA kepada pemerintah kabupaten Toraja Utara.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *