Natsir’s English Natural School Maroson; Inspirasi untuk Generasi Muda Toraja

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, REMBON — Berkaca dari pengalaman hidupnya yang pahit, membuat Natsir, 47 tahun, membuka sekolah sederhana di rumahnya, yang belakang hari dinamakan Natsir’s English Natural School, atau istilah umumnya “Kampung Inggris Maroson”.

Berbekal cerita dari beberapa teman dan wisatawan asing yang pernah berkunjung, saya pun berniat bertemu dengan Natsir, sang pendiri sekaligus pemilik English Nature School, di kediamannya di Lembang Maroson, kecamatan Rembon, Minggu, 20 Agustus 2017.

Bacaan Lainnya

Saya disambut senyum ramah sang pemilik rumah, Natsir. Suasana di sekeliling rumahnya sangat asri dan teduh. Banyak pepohonan dan tanaman perkebunan di sekitarnya. Rumahnya, kata Natsir, terbuka bagi siapa saja, bahkan banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia yang mengunjungi rumahnya.

Baca Juga  Hasil Lengkap Perolehan Suara Pilgub Sulsel di Toraja Utara, Kecamatan Sesean 81,19% NA-ASS
Komplek Kampung Inggris di Lembang Maroson, kecamatan Rembon, Tana Toraja

Di samping rumahnya, ada sebuah bangunan sederhana berukuran sekitar 4 x 6 meter persegi, yang digunakan sebagai kelas belajar Bahasa Inggris. Bangunan sederhana ini dia bangun sendiri dengan bantuan para volunteer, yang datang menginap dan membantu mengajar Bahasa Inggris . Meski sederhana, bangunan ini saban hari diisi oleh 20-30 anak-anak yang belajar Bahasa Inggris.

Kepada saya, Natsir bercerita, Natsir’s English Natural School didirikan sejak tahun 2008. Motivasinya,  agar anak-anak di kampungnya bisa berbahasa Inggris karena untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi tidak cukup biaya seperti pengalaman pribadinya.

Di ruangan sederhana yang dibangun sendiri di oleh Natsir inilah anak-anak Maroson belajar Bahasa Inggris

“Dengan kemampuan berbahasa Inggris anak-anak dapat mandiri dan menghidupi diri sendiri,” katanya.

Baca Juga  Pemkab Toraja Utara Warning Penyalahguna Trotoar dan Bahu Jalan

Pak Natsir ini memang sosok yang mesti menjadi inspirasi bagi generasi muda Toraja. Betapa tidak, dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, dia rela membangun sekolah, memberi pelajaran dan memotivasi anak-anak kampungnya agar bisa mandiri serta mengembangkan metode sekolah berbasis alam.

Di lingkup Toraja, Natsir’s English Natural School ini kelihatan kurang dikenal. Mungkin karena keterbatasan promosi atau kurang mendapat perhatian dari pihak terkait. Namun di kalangan turis mancanegara, sekolah berbasis alam ini sangat terkenal. Banyak wisatawan yang memilih menginap di tempat ini. Bahkan ada bule yang sampai delapan bulan menjadi volunteer mengajar anak-anak  berbahasa Inggris.

Selain sekolah bahasa Inggris, Pak Natsir juga mengembangkan produk coklat asli Toraja. Terbuat dari kakao asli tanpa pupuk kimia, kemudian dikemas dalam bambu, mirip pa’piong beras; penganan khas Toraja, yang terbuat dari beras. Coklat produk Pak Natsir ini diberi label “Piong Chocolate”.

Baca Juga  Lantik Anggota PPK di Halaman Kantor, Aktivis Anti Korupsi Puji KPU Toraja Utara
Dikunjungi wisatawan asing. (foto: dok pribadi Natsir)

Jiwa mengabdi Pak Natrsir, menurut saya, sangatlah tinggi. Sehari-hari, selain mengurus Natsir’s English Nature School, dia juga mengajar di SDN 5 Makale, Tana Toraja. Ini kondisi yang sudah agak lebih baik, sebab sebelumnya dia mengajar di sebuah sekolah Marinding, sekitar 30 kilometer dari rumahnya. Gaji yang diperolehnya tidaklah seberapa; bahkan mungkin tak cukup untuk biaya transportasi pulang pergi dari Maroson ke Marinding, kecamatan Mengkendek.

Dari semua yang dilakukan oleh Pak Natsir, ayah dari empat orang anak itu, membuat saya kagum dan terinspirasi. Saya berharap, di waktu-waktu mendatang muncul lebih banyak Natsir-Natsir lain di seluruh wilayah Toraja. (Maria Roswati/Tour Toraja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *