Memancing di Kolam Kering; Cara GMNI Kritik Pemkab Tana Toraja

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Memancing di kolam kering hanya dilakukan oleh orang tidak waras. Namun, itu adalah cara mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Toraja, mengkritisi kondisi kolam yang menjadi ikon kota Makale, yang hingga saat ini masih terbengkelai pekerjaannya.

Melalui sebuah video memancing di kolam kering berdurasi 1 menit 16 detik, GMNI seolah mencambuk pemerintah yang tak kunjung menyelesaikan penataan Kolam Makale. Video yang sudah diunggah di media sosial tersebut menggambarkan seorang pemuda yang sedang memancing ikan di Kolam Makale yang sedang kering bahkan sudah ditumbuhi rumput lalu mendapat kritikan dari warga yang melintas. Dalam video diceritakan jika mengkritik dan menyebut gila orang yang memancing di kolam kering sama saja bahwa anda gila, karena kritikan itu harusnya disampaikan kepada mereka yang membuat kolam menjadi kering.

Baca Juga  Di Bittuang, Tana Toraja, Warga Muslim Turut Rayakan Natal

Bacaan Lainnya

Ketua GMNI Cabang Toraja, Riyanto Pratama, yang dikonfirmasi soal video yang beredar di sosial media ini menyebut jika video tersebut dibuat sebagai bentuk pesan kepada pemerintah segera menyelesaikan penataan kolam Makale.

“Pesannya sederhana, Bung, cepat selesaikan pekerjaan dikolam, bagi yang sering berkoar – koar tentang isu kolam Makale jangan hanya dijadikan konsumsi pribadi atau kelompoknya saja, sebar isu bahwa kita semua sudah sangat merindukan kolam Makale supaya itu menjadi cambukan bagi pemerintah untuk lebih cepat menyelesaikan kolam tersebut,” tegas Riyanto.

Baca Juga  Dugaan Teroris Tidak Terbukti, Kapolres Tana Toraja Himbau Masyarakat Tetap Waspada

Riyanto mengatakan saat ini demo tidak hanya di jalanan tapi bisa juga lewat teknologi yang semakin modern yang penting tidak meninggalkan nilai estetika. Kolam Makale memang menjadi spot memancing bagi masyarakat Toraja, namun sejak Kolam Makale dikeringkan warga kehilangan tempat memancing ikan yang paling ideal karena letaknya yang berada di tengah kota. (Arsyad Parende)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *