Masih Adakah Pemerintah di Mappak dan Simbuang?

  • Whatsapp
Kondisi jalan di Kecamatan Mappak

KAREBA TOmappak 2RAJA — Masih adakah pemerintah di kecamatan Mappak dan Simbuang? Tidak adakah orang pintar dari Simbuang-Mappak yang bisa menjadi kontrol sosial bagi roda pemerintahan di kabupaten Tana Toraja?

Itu pertanyaan menggelitik dari tokoh masyarakat Mappak, Pasamboan Pangloli, yang menyampaikan uneg-unegnya melalui media sosial, sejak Rabu, 13 Juli 2016.

Selain di wallnya sendiri, Pangloli juga membagikan pernyataannya itu, serta sejumlah foto kondisi terkini jalan poros Mappak-Simbuang, ke sejumlah group, termasuk ke Karebatoraja.com.

Kepada Kare batoraja.com, Pangloli, menyatakan masyarakat Mappak dan Simbuang merasa ditinggalkan oleh pemerintahnya sendiri. Buktinya, sampai saat ini, atau sudah 71 tahun Indonesia merdeka, masyarakat di kedua kecamatan ini merasa belum benar-benar merdeka. Dia pun mengajak warga Mappak dan Simbuang untuk berdoa, kiranya Tuhan menggerakkan hati para pengambil kebijakan di Tana Toraja agar sesegera mungkin membenahi daerah ini, terutama sarana transportasinya.

“Kepada teman-teman, mari kita berdoa sesuai keyakinan kita masing-masing. Mudah-mudahan doa kita didengar,” katanya.

Pangloli bercerita, pada sekitar tahun 1984, saat pemerintahan Mappak dipimpin oleh Buttu Masarrang (almarhum), jalan poros dari Sibanawa sampai Kondodewata mulai dikerjakan. Poros ini dikerjakan terlebih dahulu sebelum poros Nosu-Kondodewata. Namun sampai sekarang infrastruktur jalan dari Sibanawa ke Kondodewata, masih sangat memprihatinkan.

“Meskipun di beberapa titik sudah ada rabat betonMappak 3, terutama di poros Kondodewata-Mialo, namun secara umum, kondisi poros jalan itu masih sangat parah,” ungkap Pangloli.

Dia mengatakan, pada satu dua tahun terakhir, antara 2013-2015, sudah memang perbaikan jalan dari pemerintah. Namun kondisi saat ini kembali ke zaman dahulu, berlumpur, berlubang seperti kubangan kerbau, dan masih merupakan jalan tanah.

“Dimanakah keadilan pemerintah kabupaten Tana Toraja?” Pangloli bertanya.

Untuk diketahui, pembangunan kawasan barat, terutama wilayah Simbuang dan Mappak merupakan komoditas politik yang sangat menarik perhatian publik saat kampanye pilkada tahun lalu. Hampir semua pasangan calon berjanji akan menuntaskan pembangunan di dua kecamatan paling barat Tana Toraja ini. Namun faktanya, masyarakat di sana masih merasa dianaktirikan, lebih tepatnya ditinggalkan oleh pemerintahnya. (Arthur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 Komentar

  1. Saya sangat memahami apa yang disampaikan Ambe Pasamboan Pangloli terkait kondisi kecamatan Mappak dan simbuang…saya sebagai ex. Fasilitator PNPM-MPd yang bertugas dari tahun 2019 s/d 2014 di Kabupaten Tana Toraja sudah merasakan dan menikmati bagaimana kondisi jalan di ke dua Kecamatan ini…sungguh mengesankan dan sangat menantang khususnya pada saat musim hujan….saya tidak berada pada posisi membela Pemkab Tana Toraja terkait kondisi jalan di 2 Kecamatan ini…namun saya bisa mengatakan dan menceritakan terkait tentang keterlibatan Pemda dalam menggenjot pembangunan di Kecamatan Simbuang Mappak ini…yang saya tahu sejak tahun 2009-2015 Pemkab Tana Toraja Lewat salah satu Program PNPM-MPd telah mengucurkan dana berpuiuh-puluh milyar untuk pembangunan Inpra struktur..khusunya pembangunan dan perbaikan jalan….cuma karena kondisi tanah di ke2 Kecamatan ini sangat labil..sehingga jika musim hujan datang selalu terjadi longsor…dan rata-rata menimbun kembali jalan cor yang telah dibangun….mengingat memori perjalanan saya ke Kec.simbuang – Mappak awal bertugas di Kab. Tana Toraja bulan April 2010 dan melakukan kunjungan ke kecamatan ini pada Maret 2010…luuuuar biasa tantangan medan yang saya hadapi…saya dan teman-teman berangkat dari Kota Makale pada jam 07. pagi dan tiba di Kelurahan Sima ( ibu kota Kec. Mappak ) jam 21.00 malam…karena kondisi waktu itu hujan deras…namun kemudian pada tahun ke tahun berikutnya kondisi jaln sudah agak baik..sampai dengan akhir tugas saya di Kaab. Tana Toraja tahun 2014..kami sudah bisa sampai berangkat pagi dan tiba siang….pada saat itu mobil truk dan mobil hartop sudah bisa keluar masuk mengangkut barang dagangan dan bahan material untuk pembangunan…

    1. kalau masalah kondisi tanah yang di permasalah ka itu tidak masuk akal masak gara gara kondisi tanah saja tidak bisa dicarikan solusi n cara keluarnya

  2. Diralat bulan Februari 2010 mulai bertugas di Kab. Tana Toraja dan awal melakukan kunjungan ke Kecamatan simbuang-Mappak bulan Maret 2010

  3. Saya jg sendiri orang yg lahir di toraja tepatx di miallo mappak saya kadang menangis melihat kampung saya yg sampai saat ini belum ada perhatian dr pemda setempat terutama jalan atau kah kami memang tdk pantas untuk di perhatikan saya mohon kepada pemerintah kab. Tana Toraja masih ada kah perhatian buat kami toraja bagian barat?

  4. Memprihatinkan,,,,z tdk melht kondisi sprti ni di daerh lain Di Tana Toraja,Pemerinth hrus memhami,klo Kami dr Simbuang Mappak merasa dianak tirikan….
    Harapan Kami,smga Pemerintah dlm hal ni Pemkab Tana Toraja,membrkn PERHATIAN KHUSUS,kpda kedua kec. Ini.

    Z msh ingat kata2 Bapak Wabup,saat msh kmpanye”Kasihan kampung Kita yg indah ini,masih terisolasi….”
    Jgn smpai kalimat ini hx untuk membuat kai terharu,,,,
    Tunjukkanlah kepedulian Bapak kepada yg indah,namun terisolasi.

    Maaf eee klo curhat…hehe