Kota Masamba, Luwu Utara Dilanda Banjir Bandang

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MASAMBA — Satu anak-anak berumur 3 tahun bernama Nabil terbawa kerasnya banjir bandang yang menerjang Kota Masamba, Luwu Utara Senin, 13 Juli 2020 malam.

Kepala Dinas P2KUKM, Kasrum Patawari, mengatakan  bahwa banjir bandang terjadi sekitar pukul 20.25 Wita. Banjir bandang juga membawa serta material lumpur, batu, kayu, dan material keras lainnya. Ketinggian lumpur bahkan mencapai 1,5 meter di permukaan aspal jalan Trans Sulawesi.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  ESR Peduli Bantu Korban Banjir Bandang di Masamba, Luwu Utara

“Saat terjadi banjir, saya belum tidur dan listrik padam jadi kami kesulitan berjalan dan saya masih sempat mengambil video banjir bandang itu,” urai Kasrum Patawari.

‘Banjir Bandang ini, kata Kasurm, mengakibatkan jembatan permanen di Desa Tandug dan Desa Baloli Kecamatan Masamba, terputus. Dan ini banjir terparah sejak Kabupaten Luwu Utara defenitif menjadi Kabupaten.

“Yang satu korban meninggal itu sudah dievakuasi oleh pemerintah setempat dibantu warga dan belum diketahui idetitasnya,” tutur Kadis Perdagangan Perindustrian Koperasi Usaha Kecil Menengah itu.

Kondisi saat ini di lokasi masih terjadi hujan dengan intensitas rendah, sementara warga yang selamat telah mengamankan diri ke sejumlah titik pengungsian yang telah dibuka pemerintah setempat.

Baca Juga  FOTO: Rinto-Eva Peduli Korban Banjir Bandang Masamba

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lutra, Muslim Muhtar mengatakan anggora sementara melakukan pendataan rumah terdampak banjir bandang tadi malam.

”Warga yang selamat sudah diarahkan ke posko pengungsian. Tim kami dari BPBD, PUPR, Dinas Sosial, dan pihak tekait sudah menuju lokasi malam tadi,” pungkas Muslim Muhtar. (*)

Penulis: Yustus Bunga
Foto:
Dampak banjir bandang di Kota Masamba yang terjadi Senin, 13 Juli 2020 malam. (dok. Hermon Sakke)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *