KKN di Tengah Pandemi, Mahasiswa UNM Tanam Sayuran dengan Pupuk Organik di Tondon Mamullu

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dan ketercukupan gizi di tengah pandemi Covid-19, sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Tondon Mamullu, Makale, menanam berbagai jenis sayuran di lokasi KKN.

Berbagai jenis sayuran jangka pendek seperti kangkung, bayam, pare (paria), lombok, dan terong ditanam para mahasiswa bersama warga dan penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja.

Bacaan Lainnya

Bibit sayur-sayuran ini mereka peroleh dari Dinas Pertanian Tana Toraja. Sedangkan pupuknya mereka buat sendiri. Bahannya dari daun gamal, batang pisang, dan daun kaliandra. Daun-daun ini diiris kemudian dibungkus selama 30 hari kemudian bisa digunakan untuk memupuk sayur-sayuran yang mereka tanam.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNM Bagi Masker dan Penyuluhan Covid-19 di Rambu Solo’

Koorinator Kabupaten KKN Terpadu dan Reguler angkatan XLIII Universitas Negeri Makassar, Isran Kusuma Patadungan, mengatakan selama masa KKN para mahasiswa mendorong dan memotivasi masyarakat untuk bertani di tengah pandemi Covid-19 untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Kemudian para mahasiswa memberikan petunjuk pertanian modern namun tetap menggunakan pupuk organik.

“Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita,” terang Isran.

Menurutnya, menghadapi pandemi Covid-19 saat ini, sektor pertanian justru harus makin kuat sehingga ketahanan pangan bisa terjaga.

“Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat. ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan Covid-19 ini selain tim medis kita,” ujar Koordinator Kegiatan, Frederik Darwin.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UNM Bagi Masker dan Penyuluhan Covid-19 di Rambu Solo’

“Penyuluh yang semangat mendorong petani hingga panen dimana-mana. Tentunya pejuang juga harus sehat, jangan lengah tetap lakukan upaya pencegahan penularan,” tegas Darwin

Lebih lanjut Darwin menyampaikan saat ini banyak tantangan-tantangan baru yang harus bisa dihadapi dan diadaptasi oleh masyarakat, tak terkecuali penyuluh dan petani sebagai garda terdepan. Untuk itu, ia juga meminta kepada para pelaku utama dan pelaku usaha ini agar mengikuti manfaatkan perkembangan teknologi.

“Ini yang dimaksud pertanian maju, mandiri, dan moderen. Apalagi ditengah masa Covid 19 seperti ini, semua peluang ada di sektor pertanian. Semua bisa produktif karena pertanian tidak boleh berhenti,” katanya. (*)

Penulis: Abdul Munir
Foto: Mahasiswa KKN Terpadu dan Reguler angkatan XLIII Universitas Negeri Makassar membuat pupuk organik dari bahan dedaunan yang tersedia di lokasi KKN mereka di Kelurahan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, Tana Toraja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *