Kirim Keputusan Penolakan ke Gubernur, DPRD Tana Toraja Minta Masyarakat Hentikan Polemik Wisata Halal

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Dewan Perwakilan Rakyat Tana Daerah (DPRD) Tana Toraja, resmi menyatakan sikap menolak pemberlakuan wisata halal di Tana Toraja. Pernyataan sikap resmi, yang diputuskan melalui rapat pimpinan diperluas pada Rabu, 13 Maret 2019, itu akan dikirim ke Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Selain mengirim pernyataan sikap, DPRD Tana Toraja juga akan bertemu langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, serta Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan untuk membicarakan masalah ini.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Besok, Ratusan Motor Trail Bakal Explore Enam Kecamatan di Toraja Utara

“Menyikapi dinamika dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat Toraja terkait berkembangnya isu wisata halal, yang sedikit mengganggu perasaan masyarakat Toraja, maka sesuai hasil rapat pimpinan diperluas hari ini, DPRD Tana Toraja menyatakan menolak dengan tegas wisata halal di Tana Toraja,” tegas Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, dalam konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Kantor DPRD Tana Toraja, Rabu, 13 Maret 2019.

Sikap DPRD, kata Welem, didasarkan pada beberapa aspirasi yang disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat, baik melalui aksi unjuk rasa maupun dalam bentuk surat penolakan.

“Toraja dihargai karena adat budayanya. Toraja dibanggakan karena toleransinya yang kuat. Toraja besar karena kearifan lokalnya. Untuk itu DPRD Tana Toraja meminta bahwa apa yang sudah ada sebelumnya dan masih dipertahakan hingga saat ini, mari kita tetap jaga dan pelihara itu,” lanjut Welem.

Baca Juga  Tabung Gas Meledak di Rumah Warga Buntu Tabang, Gandasil

Welem juga menyatakan bahwa sikap pemerintah kabupaten Tana Toraja, sebagaimana disampaikan oleh Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, sudah jelas, yakni menolak wisata halal. Pemerintah, kata Welem, sependapat dengan DPRD.

Karena dua lembaga pemerintahan di kabupaten Tana Toraja sudah menyatakan sikap tegas menolak, Welem meminta agar polemik wisata halal ini dihentikan. Dia meminta masyarakat memberi kesempatan kepada DPRD dan pemerintah kabupaten Tana Toraja untuk menyelesaikan masalah ini dengan pemerintah provinsi.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk bersikap arif dan bijaksana. Tidak ada ruang untuk wisata halal di Toraja. Sikap DPRD dan pemerintah daerah sudah jelas. Oleh karena itu, saya minta kita semua, mari kita hentikan polemik ini. Mari kita jaga situasi aman dan kondusif menjelang pemilu legislatif dan pemilihan Presiden serta Wakil Presiden yang tinggal menghitung hari ini,” pinta Welem. (*)

Baca Juga  Himpunan Mahasiswa Gandangbatu Sambut Anggota Baru

Penulis: Arsyad Parende
Foto: Arthur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *