Kerja Bersama Membangun Kawasan Wisata Buntu Kandora-Tengan

  • Whatsapp
Minus laut dan pantai, Buntu Kandora dan Potok Tengan adalah kawasan yang memiliki atraksi wisata lengkap. Ada unsur history, religius, landscape, bisa juga dikembang untuk sport tourism, seperti panjat tebing, paralayang, sepeda gunung, dan lain-lain. Namun untuk mewujudkan kawasan ini menjadi kawasan wisata unggulan yang bisa mendukung Buntu Burake dan Pango-Pango, dibutuhkan kerjasama multi pihak, baik pemerintah kabupaten Tana Toraja, pemerintah Provinsi Sulsel, maupun pemerintah pusat, serta masyarakat setempat.

KAREBATORAJA.COM, MENGKENDEK — Kawasan Buntu Kandora dan Potok Tengan yang berlokasi di daerah segitiga, Mengkendek, Sangalla’, dan Makale, akan dikembangkan dan dibangun menjadi kawasan wisata terpadu.

Rencana ini terungkap dalam acara penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah tahun 2015-2030, yang dilaksanakan oleh Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi Sulsel, John Rende Mangontan di Tongkonan Garampa’, Kelurahan Tengan, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sabtu, 29 Februari 2020.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  BUKU: Merajut Asa Si Anak Penjual Sayur

Dalam acara tersebut, JRM, sapaan akrab John Rende Mangontan, mengatakan pengembangan kawasan Buntu Kandora-Potok Tengan bukan baru angan-angan atau rencana saja, tapi sudah mau dilaksanakan mulai tahun ini.

Sebagai bukti keseriusan, jelas JRM, pemerintah dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp750 juta untuk penyusunan Master Plan Kawasan Buntu Kandora di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, tahun 2020.

“Kawasan Buntu Kandora diproyeksikan menjadi destinasi sejarah, religius, alam, olah raga dan kampung wisata, yang akan terkoneksitas dengan kawasan wisata Sangalla, Buntu Burake, dan Pango-Pango,” katanya.

Selain anggaran penyusunan Master Plan, juga dianggarkan pembangunan jalan yang menghubungkan daerah-daerah yang masuk dalam kawasan Kandora-Potok Tengan ini.

Baca Juga  Golkar Belum Keluarkan Rekomendasi Bacabup Tana Toraja dan Toraja Utara

Misalnya, pembangunan jalan ruas Naniong-Kalembang sebesar Rp400 juta, pembangunan ruas jalan Simbulan-Ariang Rp450 juta, dan pembangunan ruas jalan kawasan wisata Suaya Sangalla Rp300 juta.

“Kawasan Buntu Kandora dan sekitarnya ada harapan besar yang ingin kita capai yakni bagaimana agar muncul pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ini dari segi pariwisata karena memiliki sejarah, religius, budaya, alam, dan olahraga, serta aksesbilitas ke kawasan wisata lainnya sangat dekat,” terang Bendahara Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini.

JRM menyebut, untuk mendukung kawasan Buntu Kandora-Tengan, perlu dibangun akses jalan yang menghubungkannya dengan objek wisata lain, seperti Pango-Pango, Buntu Burake, Buntu Sikolong, Suaya, Pessurrukan, Makula’, Sa’pak Bayobayo dan lainnya.

“Harus ada konektivitas antar objek wisata sehingga mudah untuk mencapainya. Saya punya bayangan bila ini terwujud maka akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dan bisa meningkatkan PAD, serta kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” katanya.

Baca Juga  Rangkul Pemuda untuk Mengembangkan Kreatifitas dalam Mendukung Pariwisata

Meski begitu, JRM, menyatakan untuk mewujudkan kawasan wisata Buntu Kandora-Potok Tengan ini dibutuhkan kerjasama semua pihak. “Termasuk masyarakat dan tokoh-tokoh adat yang ada di sini. Ini bukan kerja pemerintah saja, tapi kita semua, saling mendukung dan memberi masukan untuk kemajuan,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Peluang dari Ibu Kota Negara yang Baru

Dia mengatakan, pembangunan kawasan Buntu Kandora-Potok Tengan ini, selain untuk meningkatkan dan memperkaya objek wisata di Toraja, juga dalam rangka persiapan untuk menyambut ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur.

“Dengan adanya kebijakan pusat dimana Kaltim sebagai ibu kota negara yang baru dan Sulawesi Selatan sebagai daerah penyangga ibu kota negara, Toraja sangat potensial untuk pengembangan pariwisata,” kata JRM.

Apalagi, lanjutnya, dengan keberadaan Bandara Buntu Kunik, yang sudah hampir selesai pembangunannya dan direncanakan akan dioperasikan tahun ini. “Toraja bisa jadi tempat berakhir pekan bagi warga ibu kota,” imbuhnya. (*)

Penulis: Arthur
Foto: dok. istimewah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *