Kembali Dibuka, Sejumlah Objek Wisata di Toraja Utara Mulai Dikunjungi

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, KESU’ — Sejak dibuka kembali pada 11 Juli 2020, perlahan-lahan objek-objek wisata yang ada di Toraja Utara mulai dikunjungi wisatawan.

Untuk diketahui, sejak pandemi virus Corona melanda Indonesia, pemerintah Kabupaten Toraja Utara menutup semua objek wisata di wilayah ini. Penutupan dilakukan sejak 23 Maret 2020.

Bacaan Lainnya

Namun, sejak 11 Juli 2020, pemerintah membuka kembali (secara terbatas) sejumlah objek wisata yang ada di Toraja Utara, dengan ketentuan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Ada delapan objek wisata yang dibuka kembali oleh pemerintah pada tahap pertama ini, masing-masing To’Tombi’, Tongkonan Lempe, Ke’te Kesu’, Londa, Palawa’, Kalimbuang Bori’, Salib Singki’, dan objek wisata kolam alam Limbong.

Objek-objek wisata yang dibuka ini disertai dengan ketentuan pemberlakukan protokol kesehatan di objek wisata maupun di sekitarnya.

Pantauan karebatoraja.com pada Senin, 17 Agustus 2020, ratusan wisatawan (rata-rata domestik/daerah tetangga) berkunjung ke objek wisata Ke’te Kesu’, di Kecamatan Kesu’.

Salah satu pengelola objek wisata Ke’te Kesu’, Kudu Sarungallo, menyatakan dalam sepekan terakhir, objek wisata Ke’te Kesu’ mulai dikunjungi wisatawan. Jumlah kunjungan tiap hari bervariasi, ada yang puluhan, ada pula ratusan wisatawan.

“Ya, sudah mulaimi banyak wisatawan yang berkunjung,” ujar Kudu kepada karebatoraja.com, Senin, 17 Agustus 2020.

“Kebanyakan wisatawan lokal dari daerah tetangga,” katanya lebih lanjut.

Kudu Sarungallo menegaskan pihak pengelola objek wisata Ke’te Kesu’ memberlakukan standar protokol kesehatan secara ketat kepada semua wisatawan yang hendak berkunjung.

“Memakai masker dan jaga jarak adalah wajib. Demikian pula dengan mencuci tangan. Kita siapkan masker cadangan kalau ada wisatawan yang lupa bawa masker,” katanya.

Kudu berharap pandemic Covid-19 segera berlalu, sehingga industri pariwisata di Toraja Utara kembali hidup. Karena selama ditutup kurang lebih tiga bulan, banyak pekerja dan pengusaha kecil yang merugi karena tidak adanya wisatawan yang berkunjung. (*)

Penulis: Arthur
Foto: Sejumlah wisatawan terlihat di halaman parker objek wisata Ke’te Kesu’. Gambar direkam pada Senin, 17 Agustus 2020.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *