Kemarau, Warga Tana Toraja Mulai Kekurangan Air Bersih

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, REMBON — Warga di sejumlah wilayah di kabupaten Tana Toraja mulai mengalami krisis air bersih. Kondisi ini merupakan dampak dari kemarau panjang yang hingga saat ini belum  menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Seperti yang terlihat di Tanete, Kecamatan Rembon, Rabu, 25 September 2019. Sejumlah warga mengantri untuk mendapatkan pasokan air bersih yang disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM Tana Toraja. Terlihat belasan jerigen milik warga diletakan berjejer untuk menunggu giliran untuk diisi air.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Tana Toraja Dikepung Longsor, BPBD Minta Dinas PU Ikut Membantu

Pemandangan yang sama juga terlihat di beberapa titik di Kecamatan Saluputti.

Kepala BPBD Tana Toraja, Alfian Andilolo, mengatakan untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, Pemda Tana Toraja mendistribusikan air bersih kepada warga di lima Kecamatan, yakni Makale, Rembon, Sangalla, Saluputti, dan Mengkendek.

Distribusi air bersih untuk warga ini mulai dilakukan sejak Senin, 23 September 2019.

Sistem pendistribusian air dilakukan dengan cara mengisi tandon/tangki air kapasitas 1.000 liter sebanyak 50 buah yang disebar di 50 titik di 5 Kecamatan. Tandon /tangki air ini akan diisi sebanyak 3 kali dalam sehari oleh 2 unit truk tangki PDAM, 1 unit truk tangki Damkar, dan 1 unit truk tangki BPBD Tana Toraja.

Baca Juga  Satu Unit Rumah Milik Warga di Lamunan, Makale, Ludes Terbakar

Alfian mengatakan air ini bersih untuk masyarakat yang didata sudah sangat sulit mendapatkan air bersih yang layak untuk kebutuhan minum atau makan.

“Saat ini kita baru bergerak di 5 Kecamatan karena baru 5 Kecamatan ini yang menyampaikan laporan kekurangan air bersih,” ungkap Alfian, Senin, 23 September 2019.

Dia menyebut saat ini sangat banyak yang membutuhkan air bersih sehingga kita hanya mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan makan dan minum tidak untuk kebutuhan lain seperti mandi dan mencuci.

Diuraikan, empat armada yang disiapkan untuk mendistribusikan air bersih ini sudah dibersihkan terlebih dahulu sehingga warga tidak perlu khawatir soal kebersihan air yang didistribusikan. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Foto: dok. BPBD Tana Toraja

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *