Kalatiku Sebut Pendamping PKH Adalah “Bupatinya” Orang Miskin

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang di seluruh kecamatan di Toraja Utara. Kalatiku bahkan menyebut para pendamping PKH ini sebagai “bupatinya” orang miskin.

“Ya, karena mereka inilah yang paling mengetahui kondisi warga miskin di kampung-kampung. Kerja mereka ini tidak kenal lelah. Saya beri apresiasi khusus,” ungkap Kalatiku di sela-sela acara pertemuan, sekaligus penyerahan computer jinjing (laptop) kepada para pendamping PKH di Toraja Utara di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, Rabu, 18 Oktober 2017.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  FOTO: Spektakuler, Lautan Awan di Batutumonga, Toraja Utara

Menurut Kalatiku, kehadiran para pendamping PKH ini sangat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. “Kalian ini adalah agen pembangunan dan pembaharuan. Kerja terus dan saya dukung sepenuhnya,” ungkap Kalatiku.

Begitu strategisnya keberadaan pendamping PKH di masyarakat, Kalatiku meminta instansi terkait yang mengurus warga miskin untuk bekerjasama dengan pendamping PKH, terutama dalam pemutahiran data penduduk miskin.

“Ini saya minta agar Dinas Sosial bekerjasama baik dengan para pendamping PKH ini. Mereka ini paling tahu, yang mana warga miskin sebenarnya yang belum punya BPJS, KIS, yang belum dapat Rastra dan sebagainya. Coba data ulang warga miskin kita, supaya tidak simpang siur,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Toraja Utara, Elisabeth Zakaria Rantetondok, menyatakan saat ini, data penduduk miskin di Toraja Utara memang simpang siur. Dia mengusulkan agar seluruh intansi terkait yang mengurus masalah kependudukan duduk bersama satu meja untuk menyatukan presepsi tentang data  penduduk miskin yang sebenarnya.

Baca Juga  Dampak Lakalantas Bintang Prima, Jalur Bus Jurusan Toraja Dialihkan ke Pinrang

Instansi terkait dengan kependudukan, diantaranya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Pusat Statistik, Dinas Kesehatan, dan Keluarga Berencana. (Arthur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *