Inilah Empat Orang Katolik Pertama di Toraja

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Mulanya hanya empat orang. 80 tahun kemudian berkembang menjadi ratusan ribu orang. Itulah sejarah perkembangan Gereja Katolik di Toraja.

Di tempat ini, Kampung Tampo, di atas lumbung (alang) Keluarga Pemba, pada hari Jumat, 06 Mei 1938, Pastor Charles Dekkers, CICM, membaptis empat orang anak, masing-masing Antonius Tambing Pemba, Nathaniel Taroekallo Andilolo, Theresia Minggoe, dan Maria Tibe, dengan Wali Baptis: Suami-istri Petrus Pemba dan Margaretha Datoe.

Bacaan Lainnya

Baca Juga  Warga Toraja yang Sakit Keras dan Sebatangkara di Kalteng Ini Sudah Ditangani KKT

Tulisan ini terlihat di Monumen Baptis Pertama Katolik yang dibangun di Tampo, kelurahan Tampo, kecamatan Makale, Tana Toraja, sebagai peringatan akan ditanamnya benih iman Katolik di Tondok Lepangan Bulan Tana Matari Allo’ pada pertengahan tahun 1938.

Lumbung padi, yang awalnya digunakan sebagai tempat penerimaan Sakramen Permandian kepada empat orang anak ini, memang sudah dipugar oleh Panitia 80 Tahun Baptis Katolik Pertama di Toraja. Monumen ini akan diberkati oleh Uskup Agung Makassar, Mgr. John Liku-Ada, Selasa, 29 Mei 2018, besok. Di tempat itu juga ada prasasti, yang akan ditandatangani oleh Uskup dan Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae.

80 tahun lalu, benih iman Katolik pertama di Toraja ditanam di Tampo, Makale. Kini, benih itu tumbuh dengan sangat pesat. Data Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah umat Katolik di Tana Toraja tahun 2013 sebanyak 50.158 jiwa, sedangkan di Kabupaten Toraja Utara 49.649 jiwa.

Baca Juga  Usung Disertasi Soal Politik Pindah Parpol, Legislator Tana Toraja Ini Raih Gelar Doktor
Lumbung yang menjadi monumen Baptis Pertama Katolik di Toraja yang dibangun di Tampo, kecamatan Makale, Tana Toraja.

Selain berkarya di bidang kerohanian, Gereja Katolik juga berkarya di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, dan lain sebagainya. Tercatat, SMA Katolik Makale dan SMA Katolik Rantepao menjadi dua istitusi yang sudah “melahirkan” banyak “orang sukses” di Toraja. Demikian pula dengan sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama. Rumah sakit Fatimah, yang sering disebut masyarakat sebagai Rumah Sakit Paku, Makale, merupakan karya nyata Gereja Katolik di bidang kesehatan di Tana Toraja. Demikian pula dengan SPP Pala-Pala di Makale Utara, yang menyumbang begitu besar ilmu pertanian kepada masyarakat.

Baca Juga  OPINI: Keluarga Ujung Tombak Pendidikan Anak

Kini, Gereja Katolik Toraja sudah berusia 80 tahun. Puncak perayaan syukur 80 tahun itu akan diperingati di Gereja Memorial Santo Petrus Tampo, pada Selasa, 29 Mei 2018, besok. Ke depan, tergantung harapan, semoga Gereja Katolik Toraja menjadi gereja lokal yang mandiri dan mampu memberi peran positif bagi kemajuan masyarakat, daerah, dan negara. (Arthur/Arsyad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *