Hingga Triwulan Dua, Capaian PAD Toraja Utara Belum 50 Persen

  • Whatsapp

KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Toraja Utara mesti kerja lebih keras lagi untuk mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski di tengah kekhawatiran dan stagnasi ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Sebab, hingga triwulan dua, capaian PAD dari semua OPD belum mencapai 50% dari total target PAD yang dibebankan APBD Toraja Utara tahun 2020 sebesar Rp59,5 miliar.

Bacaan Lainnya

Hingga triwulan dua, jumlah PAD yang sudah dikumpulkan baru mencapai Rp 23.897.203.121.

Baca Juga  Sembilan Sekolah di Tana Toraja Diajari Bikin Robot

Data itu terungkap dalam Rapat Evaluasi Penerimaan/Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Triwulan II tahun Anggaran 2020 di ruang Pertemuan Gedung Perkantoran Gabungan Dinas Pemkab Toraja Utara, Marante, yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Toraja Utara, Selasa, 8 September 2020.

Salah satu alasan mengapa capaian pendapatan asli daerah begitu rendah adalah situasi pandemi Covid-19 dimana roda perekonomian berjalan stagnan, bahkan boleh dikata jalan di tempat. Aktivitas sumber-sumber pendapatan daerah juga ikut mandek.

Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara, Rede Roni Bare, yang memimpin rapat tersebut mengatakan, situasi pandemi Covid-19 harus dilihat sebagai tantangan bagi setiap satuan OPD  yang menjadi pengelola sumber pendapatan daerah untuk lebih memaksimalkan kinerjanya melalui penguatan pengelolaan potensi daerah berbasis inovasi kualitas layanan. Dengan memperkuat aspek kualitas layanan pada sumber-sumber pendapatan diyakini akan menjadi katalisator yang efektif untuk mencapai target PAD tahun ini.

Baca Juga  Tingkatkan Wawasan Kebangsaan, Kodim 1414 Teken MoU dengan Bupati Toraja Utara

“Kita perlu mencari potensi-potensi dan inovasi yang memungkinkan untuk meningkatkan PAD meski kita tahu bahwa saat ini kita sama-sama menghadapi pandemi virus Corona,” tegas Rede Roni.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Toraja Utara, Alexander Limbong Tiku juga turut mendorong setiap SOPD pengelola pos penerimaan pendapatan daerah meningkatkan sinergi dan koordinasi khususnya dalam hal merumuskan langkah solusi yang efektif atas masalah serapan PAD yang dihadapi OPD.

“Sesuai dengan apa yang saya sampaikan kepada OPD terkait mengenai capaian PAD saat ini dan target PAD kita selanjutnya agar betul-betul bekerja maksimal untuk mencapai hasil yang baik,” ujar Alexander berharap. (*)

Penulis: Desianti/MS/AR
Foto: Sekretaris Daerah Toraja Utara, Rede Roni Bare memimpin rapat Evaluasi Penerimaan/Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Triwulan II tahun Anggaran 2020. (sumber: Diskominfo Toraja Utara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *